Jawa Pos Radar Madiun - Dua pesawat tempur EMB-314 Super Tucano milik TNI AU mengalami insiden jatuh di Pasuruan saat menjalani latihan terbang pada Kamis siang (16/11).
Bagaimana spesifikasi pesawat EMB-314 Super Tucano buatan Brasil itu?
Dikutip dari situs resmi TNI AU, EMB-314 Super Tucano merupakan pesawat latih lanjut berkemampuan counter insurgency atau anti perang gerilya. Dari desainnya, pesawat ini cocok untuk mendukung misi pengintaian, close air support, dan penumpasan pemberontak.
EMB-314 Super Tucano terdiri dua versi, yakni tipe A-29ALX (kursi tunggal) dan AT-29B (kursi ganda).
EMB-314 Super Tucano merupakan hasil pengembangan pesawat latih EMB-312 Tucano yang kali pertama dirilis Embraer pada 1983 namun baru diluncurkan pada 1992.
Pesawat bermesin Pratt & Whitney Canada PT6A-68C Turbo Propeller ini memiliki kemampuan manuver lincah. Dari parameter gravitasi, EMB-314 Super Tucano sanggup menahan gaya gravitasi maksimum hingga +7g dan -3.5g.
Pesawat ini dibekali sistem perlindungan proteksi untuk kabin awaknya. Kabin pilot dilindungi bahan baja kevlar pada sekeliling kokpit. Untuk keselamatan, pilot dilengkapi kursi lontar Martin Baker dengan pola zero-zero.
EMB-314 Super Tucano dilengkapi dua senapan mesin berat kaliber 12,7mm jenis FN Herstal M3P yang ditempatkan di setiap sayapnya.
Total maksimum senjata yang bisa dibawa mencapai 1.550Kg. Mulai bom jenis MK-81/MK-82, bom cluster, roket pod FFAR, dan rudal berpemandu laser sekelas Maverick.
Untuk menghadapi duel di udara, EMB-314 Super Tucano juga dapat membawa rudal anti pesawat jenis AIM-9L Sidewinder atau MAA-A1 Piranha.
Layaknya jet tempur modern, EMB-314 Super Tucano juga dibekali sistem forward looking infrared, mengadopsi tipe StarSAFIRE III yang ditempatkan di bawah bodi pesawat.
Sistem itu memungkinkan awak pesawat membidik sasaran, navigasi, dan identifikasi. Sistem ini juga memungkinan pengawasan dan penyerangan, baik saat siang dan malam hari, serta sanggup menghadapi segala kondisi cuaca. (isd)
Editor : Wawan Isdarwanto