Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Petugas Gabungan Terus Melakukan Pencarian Mbah Mijem, Dilaporkan Hilang saat Bencana Tanah Longsor di Kismantoro

Budhi Prasetya • Jumat, 8 Desember 2023 | 00:30 WIB

Tim gabungan melakukan proses pencarian Mbah Mijem yang hilang terseret longsor di Dusun Jaten RT 03 RW 06 Desa Ngroto, Kismantoro, Wonogiri, Kamis (7/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
Tim gabungan melakukan proses pencarian Mbah Mijem yang hilang terseret longsor di Dusun Jaten RT 03 RW 06 Desa Ngroto, Kismantoro, Wonogiri, Kamis (7/12). (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
 

WONOGIRI, Jawa Pos Radar Madiun  - Seorang warga Desa Ngroto, Kismantoro, Wonogiri dilaporkan hilang dalam bencana tanah longsor yang terjadi pada Selasa (5/12) lalu.

Dilansir dari Jawa Pos Radar Solo (Jawa Pos Grup), keberadaan Mbah Mijem, warga Dusun Mendang RT 03 RW 04 Desa Ngroto, Kismantoro, Wonogiri, belum ditemukan.

Lansia berumur 63 tahun itu dilaporkan hilang sejak bencana tanah longsor terjadi. Hingga Kamis (7/12) siang, petugas gabungan terus melakukan pencarian Mbah Mijem.

Menurut informasi yang dihimpun, Mbah Mijem, saat kejadian sempat berteriak minta tolong.

Sukiyo, salah satu saksi mata mengatakan sebelum peristiwa itu, dia dan korban sempat melakukan kerja bakti. Setelah itu, mereka pergi ke sawah.

"Di sekitar sawah (korban) mangkas kayu jati yang mengkelung di sebelah barat. Saya di timur. Saya memperbaiki saluran air. Saat itu belum kejadian (longsor)," ujar Sukiyo di lokasi, seperti dikutip dari Jawa Pos Radar Solo.

Ketika itu, korban hendak memupuk tanaman padi yang ditanam di sawah. Tiba-tiba, imbuh Sukiyo, air tak mengalir. Dia mendengar suara gemuruh.

"Kayu kok bergerak. Saya tidak berani mendekat karena sudah pasti longsor. Ada suara minta tolong tapi kayu sudah turun. Iya (dengar) jaraknya dari saya 50-an meter," terang dia.

Menurut Sukiyo, suara gemuruh itu berlangsung sekitar 10 menit. Saat longsor mereda, dia mencoba meneriaki dan mencari korban.

"Tapi tidak ada jawaban. Sudah tidak ada," kata dia.

Sukiyo kemudian bertahan di lokasi bersama sepupu korban yang sebelumnya sama-sama di sawah namun terpisah jarak yang lumayan jauh.

Dia meminta sepupu korban untuk memghubungi Ketua RT, Ketua RW dan kepala desa (kades) setempat.

Mbah Mijem kemudian dinyatakan hilang sejak kejadian longsor pada Selasa (5/12) lalu. Hingga Kamis (7/12) pukul 11.00, pencarian masih dilakukan di lokasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, ratusan orang melakukan pencarian di sekitar lokasi. Kendaraan roda dua ataupun roda empat tak bisa langsung menuju ke lokasi longsor di Dusun Jaten RT 03 RW 06 Desa Ngroto.

Jarak posko relawan ke lokasi kejadian sekira 1,5 kilometer. Tim gabungan melakukan pencarian dengan cara manual.

Diantaranya adalah dengan menggunakan cangkul. Pompa air juga dikerahkan ke lokasi guna menyemprot material longsoran.

Kades Ngroto Wagiman mengatakan bahwa pencarian dilakukan bersama masyarakat. Pihak desa menjadwalkan warga dusun setempat dan sekitarnya untuk ikut melakukan pencarian.

"Kita ajak 150 sampai 200 warga tiap harinya untuk membantu proses pencarian," beber Wagiman.

Berdasarkan informasi yang didapatkannya, Basarnas bakal melakukan pencarian hingga tujuh hari. Semisal dalam tujuh hari Mbah Mijem belum diketemukan, pencarian distop.

"Tapi kalau memang keluarga masih ingin dilakukan pencarian, Destana kami siap diterjunkan. Termasuk dengan masyarakat setempat. Gotong royong membersihkan material longsor ini, dihabiskan," kata Wagiman.

Editor : Budhi Prasetya
#bencana #korban hilang #tanah longsor #kismantoro