SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Potensi bencana akibat cuaca ekstrem diprediksi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda terus gencar mengeluarkan imbauan mengenai kemungkinan adanya bahaya dampak cuaca ekstrem yang terjadi.
Salah satunya imbauan soal potensi adanya ancaman bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem di sejumlah daerah di Jawa Timur, terutama pada saat tahun baru 2024.
Dilansir dari JawaPos.com, Kepala BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan menyebutkan bahwa ancaman tersebut disebabkan oleh adanya Gelombang Rossby yang diketahui dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem.
"Secara umum wilayah Jawa Timur telah memasuki musim hujan. Kondisi cuaca Nataru terdapat potensi hujan dengan intensitas bervariatif ringan hingga lebat terutama pada siang, sore, dan malam hari," ujar Kepala BMKG Kelas I Juanda Taufiq Hermawan, Selasa (26/12), seperti dikutip dari JawaPos.com.
Taufiq menambahkan bahwa cuaca ekstrem yang disebabkan Gelombang Rossby dapat mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan angin kencang.
Ia juga membeberkan beberapa daerah di Jawa Timur yang sangat mungkin terkena dampak cuaca ekstrem ini menjelang tahun baru 2024.
Menurutnya, terdapat sedikitnya 29 daerah yang berpotensi terjadinya bencana hidrometeorologi.
Ke-29 daerah itu diantaranya, Kabupaten Pacitan, Magetan, Ponorogo, Nganjuk, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
Daerah lainnya meliputi Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Sidoarjo, Kota Surabaya, Gresik, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Kabupaten Kediri, Kabupaten Mojokerto, Bojonegoro, Lamongan, dan Ngawi.
Tak lupa, Taufiq juga mengimbau pemerintah daerah dan sektor terkait agar dapat menjadikan informasi peringatan dini ini sebagai acuan untuk aksi dini (early action).
Tujuannya adalah untuk menekan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologi tersebut.
"Selain itu kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap dampak potensi bencana hidrometeorologi dan selalu memantau informasi terkini," pungkasnya, seperti dikutip dari JawaPos.com. (jawapos.com/sib)
Editor : Budhi Prasetya