Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Teror Buntalan Kain Putih Mirip Pocong Resahkan Warga Desa, Setelah Dibuka Isinya Bikin Terkejut

Budhi Prasetya • Kamis, 4 Januari 2024 | 00:45 WIB

DIMUSNAHKAN: Benda menyerupai pocong yang dibakar di balai Desa Sruwi, Winongan. Inset, benda menyerupai pocong kecil sesaat sebelum dibakar. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
DIMUSNAHKAN: Benda menyerupai pocong yang dibakar di balai Desa Sruwi, Winongan. Inset, benda menyerupai pocong kecil sesaat sebelum dibakar. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
 

PASURUAN, Jawa Pos Radar Madiun – Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, sedang tidak baik-baik saja. Ketenangan desa terusik dua pekan terakhir.

Resah tengah meliputi warga. Ini setelah temuan buntalan benda terbungkus kain putih mirip pocong di Desa Sruwi, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Pun, benda misterius tersebut ditemukan di sejumlah titik. Puncak teror pocong terjadi pada Selasa (2/1) pagi.

Dilansir dari Radar Bromo (JawaPos Grup), setidaknya lima rumah warga di Dusun Sruwi RT 01/RW 02 desa setempat diteror. Kelima rumah warga itu dipasangi buntalan kecil kain putih yang mirip pocong.

Hingga saat ini, warga belum mengetahui orang dibalik ulah yang membuat resah tersebut. Termasuk juga dengan motif pelaku menaruh buntalan mirip pocong itu di rumah mereka.

Rifa’i, 44, salah satu korban teror pocong, warga RT 01/RW 02 mengaku tak tahu kapan "pocong" kecil itu ditaruh pelaku di depan pintu rumahnya. Ia baru mengetahui benda misterius itu saat subuh.

Ketika membuka pintu, ungkap Rifa’I, buntalan kain putih mirip pocong itu tergeletak di lantai. Meski ada perasaan waswas, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk membukanya.

Ia lantas kaget setelah tahu isinya. Buntalan kain putih itu berisi dedaunan terdiri atas daun kelor, jeruk purut, sirih, dan daun jarak.

Karena merasa aneh dan terusik, ia memutuskan melaporkan temuannya itu ke perangkat desa setempat.

“Kalau takut sih tidak, cuma khawatir saja. Takut terjadi apa-apa. Yang paling takut itu istri saya. Juga para ibu tetangga lainnya,” ungkap Rifa’i sembari menunjukkan letak pocong itu berada, seperti dikutip dari Radar Bromo.

Menurutnya, teror pocong malam itu bukan saja menimpa keluarganya. Tapi, juga empat tetangganya yang masih satu RT dengannya.

Akhirnya, ia beserta tetangga korban lainnya sepakat mengumpulkan pocong-pocong tersebut untuk dibawa ke balai desa.

Kepala Desa Sruwi Tikam, membenarkan bahwa teror pocong ini memang terjadi di wilayah desanya. Keresahan warga terkait teror ini menurutnya terjadi sejak dua mingguan terakhir.

Lokasinya pun berpindah-pindah. Buntalan kain putih yang diikat tiga bagian serupa pocong ini ditaruh orang tak bertanggung jawab di depan rumah warga.

Mulai dipasang di depan pintu, digantungkan di pagar, bahkan di lantai teras rumah. Lantaran aksi ini makin meresahkan, ia lalu melaporkan peristiwa ini ke pihak Polsek dan Koramil.

Setelah melakukan koordinasi, pihak perangkat desa sepakat untuk memusnahkan pocong-pocong tersebut dengan cara dibakar di depan balai desa pada hari Selasa (2/1) pagi.

“Tadi ada empat buah pocong kecil menyerupai mayit yang sudah dibakar. Kami juga mengimbau kepada warga saya untuk tidak perlu takut. Ini adalah bagian dari ulah iseng seseorang yang ingin membuat warga jadi resah,” terang Tikam.

Sementara itu, polisi juga telah berkoordinasi terkait teror pocong itu. Atas kesepakatan bersama, benda menyerupai pocong itu pun dibakar di balai desa. (ube/mie)

Editor : Budhi Prasetya
#pocong #desa sruwi #pasuruan #teror