BOJONEGORO, Jawa Pos Radar Madiun – Semangat dan tekad jemaah dan muhibbin Sabilu Taubah atau lebih dikenal dengan ST Nyell, patut diacungi jempol.
Ribuan jemaah ST Nyell tetap memadati Alun-alun Bojonegoro untuk mengikuti pengajian pengajian Agus Muhammad Iqdam Kholid atau akrab disapa Gus Iqdam dari Blitar.
Padahal, hujan mengguyur saat pengajian Gus Iqdam pada hari Minggu malam (21/1) lalu. Ribuah jemaah ST Nyell tak bergeming meski air menggenangi tempat duduk lesehan mereka.
Dilansir dari Radar Bojonegoro (JwaPos Grup), Gus Iqdam baru naik panggung dan menyapa para jamaah sekitar pukul 23.00 WIB.
Dalam kesempatan pengajian itu, Gus Iqdam berpesan kepada para jamaah untuk tetap menjaga kerukuran di tahun politik.
"Beda pilihan loss ora masalah. Gak satron karo dulur, gak satron karo konco (beda pilihan tidak apa-apa, asal tidak bermusuhan atau bertengkar dengan saudara dan teman,Red),’’ pesannya, seperti dikutip dari Radar Bojonegoro.
Pengajian yang menghadirkan Gus Iqdam itu merupakan puncak peringatan Hari Amal Bhakti Kemenag ke-78.
Gus Iqdam, dalam tausiahnya mengingatkan agar jemaah fokus mencari pahala di bulan Rajab.
"Karena Allah lagi promo ganjaran di bulan Rajab,’’ terang Pengasuh Majelis Sabilu Taubah tersebut.
Sementara itu Kepala Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid mengatakan, sangat bersyukur acara pengajian yang dihadiri ribuan jamaah dari berbagai kalangan dan berbagai daerah berjalan lancar.
Gus Iqdam memang ulama kharismatik. Meski masih muda sudah memiliki kharisma yang luar biasa. Makanya pengajiannya bisa mendatangkan puluhan ribu jamaah.
‘’Kalau ndak punya kharisma ndak bisa itu,’’ ujar Wahid
Wahid juga menambahkan kalau pengajian Gus Iqdam memang paket komplit. Syarat akan ilmu, penyampaiannya santai menyejukkan dan plus ada humornya.
"Makanya digandrungi bakyak orang dari semua kalangan,’’ imbuhnya.
Wahid juga menambahkan kalau acara ini murni pengajian, tidak mengundang partai politik, caleg dan lain-lainnya.
"Tapi ini kan pengajian umum, jadi semua bisa datang, termasuk copet,’’ pungkasnya sambil terseyum (van/msu)
Editor : Budhi Prasetya