Jawa Pos Radar Madiun - Akademisi Rocky Gerung mengkritisi sistem pendidikan di Indonesia yang dinilainya timpang bila dibandingkan negara lain.
Kritik dan sindiran terhadap pemerintah itu ia ungkapkan saat menghadiri sebuah forum di Kota Madiun, Selasa (7/5) malam.
Salah satu yang dipersoalkan Rocky Gerung adalah kurangnya anggaran pemerintah terhadap sektor pendidikan.
Ia membandingkan alokasi APBN untuk sektor pendidikan di Indonesia dengan Vietnam.
Kedua negara sama-sama menjalankan amanat konstitusi untuk mengalokasikan 20 persen anggaran untuk urusan pendidikan.
Namun outputnya berbeda.
Rocky Gerung menyebutkan bahwa IQ rata-rata anak di Indonesia 78, jauh dibandingkan Vietnam yang berada di angka 105.
Selain itu, masalah kesejahteraan juga dihadapi para pendidik. "43 persen dari pemain pinjol adalah guru," ujarnya.
Bedah Data Alokasi APBN 2024 untuk Sektor Pendidikan
Merujuk pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024, Pemerintah RI mengalokasikan 20 persen anggaran dari total belanja negara untuk urusan pendidikan.
Jumlahnya Rp 660,8 triliun. Anggaran itu terbagi atas alokasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp 237,3 triliun, transfer ke daerah Rp 346,6 triliun, dan pembiayaan investasi Rp 77,0 triliun.
Anggaran yang dialokasikan di APBN tahun ini meningkat dibandingkan anggaran pendidikan tahun 2023 yang mencapai Rp 612,2 triliun, merujuk data Kemdikbud.
Arah Kebijakan Utama Pendidikan Nasional
Bermodalkan anggaran sebanyak itu, pemerintah menetapkan arah kebijakan utama pendidikan nasional, di antaranya:
- Peningkatan akses pendidikan untuk seluruh jenjang pendidikan melalui perluasan wajib belajar dan bantuan pendidikan, termasuk pada pendidikan keagamaan. Di antaranya melalui beasiswa afirmasi, PIP, KIP Kuliah;
- Penguatan kualitas dan ketersediaan layanan PAUD melalui optimalisasi APBD dan atau dana desa;
- Percepatan peningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan pendidikan terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar);
- Peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, dengan melanjutkan sederet program transformasi antara lain melalui program guru penggerak dan pemberian sertifikat pendidik;
- Penguatan pendidikan vokasi yang link and match dengan pasar tenaga kerja, di antaranya dengan melalui penguatan teaching industry dan SMK pusat unggulan;
- Meningkatkan investasi di sektor pendidikan untuk pemberian beasiswa, dukungan pelaksanaan riset, pemajuan kebudayaan, serta penguatan perguruan tinggi.
(naz)
Editor : Mizan Ahsani