Jawa Pos Radar Madiun - Warganet dibuat geram dengan aksi main hakim warga Sukolilo, Pati, yang melakukan pengeroyokan bos rental mobil. Selain mengakibatkan korban tewas, massa juga membakar mobil yang bukan milik mereka.
Belakangan, Polda Jateng telah meringkus 10 orang terduga pelaku aksi keji tersebut.
Imbas lain juga diterima daerah setempat.
Warganet mengekspresikan kegeraman mereka atas aksi main hakim tersebut dengan menyematkan penanda lokasi yang tak lazim di wilayah Kecamatan Sukolilo, Pati.
Mulai dari 'Kampung Maling Mobil', 'Kawasan Pencuri', 'Markas Mobil Curian Warga' dan lainnya.
Terlepas dari kasus pengeroyokan tersebut, Sukolilo sebenarnya menyimpan potensi wisata dan budaya yang besar. Berikut fakta-fakta san sisi lain dari wilayah ini.
Kondisi Geografis Sukolilo
Kecamatan Sukolilo berlokasi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Secara geografis, Sukolilo memiliki 16 desa dan berada di kawasan perbukitan di wilayah Pegunungan Kendeng.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan tersendiri karena terdapat potensi wisata alam yang bisa dijadikan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Sukolilo.
Potensi Wisata Alam Sukolilo
Di kawasan itu, antara lain ada objek wisata Gua Wareh di Desa Kedumulyo, air terjun tadah hujan di Desa Sukolilo, serta rawa teratai di Desa Kasiyan.
Terbaru, di Desa Sukolilo juga akan dikembangkan wisata kolam renang memanfaatkan kolam air yang sebelumnya dijadikan tempat penampungan air bersih.
Selain itu, ada objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Pati, di antaranya Gua Wareh.
Adapun objek wisata lainnya dikelola oleh swasta maupun perorangan.
Kekayaan Budaya Komunitas Samin
Kecamatan Sukolilo juga menyimpan potensi wisata budaya yang selama ini cukup dikenal masyarakat dari berbagai daerah lain.
Yakni, Omah Kendeng yang merupakan rumah tradisional warga Sedulur Sikep.
Sedulur Sikep dikenal pula dengan sebutan komunitas Samin.
Di rumah tradisional komunitas Samin yang merupakan sebutan dari nama seorang tokoh, yakni Samin Surosentiko, terdapat aneka gamelan yang biasa mereka mainkan.
Ketika wisatawan berkunjung, warga Sedulur Sikep menyambut dengan memainkan musik gamelan tersebut dengan menyanyikan aneka tembang khas komunitas itu.
Samin Surosentiko sendiri diceritakan berasal dari keturunan keraton, kemudian keluar dari lingkungan keluarganya.
Ia lalu berbaur dengan masyarakat biasa untuk mengadakan perlawanan terhadap penjajahan Belanda.
Bentuk perlawanannya dengan cara membangkang tidak membayar pajak, menolak membenahi jalan, dan menolak ikut ronda atau kebijakan apapun ditentang leluhur beserta pengikutnya.
Hingga saat ini, sejumlah objek wisata di Kecamatan Sukolilo setiap akhir pekan masih ramai dikunjungi wisatawan. (naz)
Editor : Mizan Ahsani