Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

HUT Polri, Mengenang Kiprah Gajah Mada, Pemimpin Pasukan Bhayangkara Era Kerajaan Majapahit

Budhi Prasetya • Rabu, 3 Juli 2024 | 02:00 WIB
Ilustrasi grafis prajurit Bhayangkara kerajaan Majapahit era Gajah Mada. (AI generated image/CHAT GPT)
Ilustrasi grafis prajurit Bhayangkara kerajaan Majapahit era Gajah Mada. (AI generated image/CHAT GPT)

Jawa Pos Radar Madiun - 1 Juli menjadi tanggal yang sangat penting bagi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Sejarah terbentuknya Polri selalu diperingati tiap tanggal keramat tersebut saban tahunnya.

Namun, dalam kalender tanggal 1 Juli dikenal dengan sebutan Hari Bhayangkara. Tak heran jika polri kerap disebut juga dengan istilah Korps Bhayangkara.

Itu menunjukkan jika kata Bhayangkara tidak bisa dilepaskan dari Polri. Makanya, HUT Polri pun bernama Hari Bhayangkara.

Dikutip dari berbagai sumber, istilah Bhayangkara sudah dikenal sejak era kerajaan Majapahit, yang berasal dari bahasa Sansekerta.

Secara sederhana bisa diartikan sebagai penjaga, pengawal, pengaman dan pelindung keselamatan negara yang dalam masa itu adalah kerajaan.

Pada era Kerajaan Majapahit, dibentuk suatu pasukan yang memiliki tugas khusus menjamin keamanan raja dan kerajaan.

Salah satunya adalah Gajah Mada yang kelak menjadi Mahapatih Majapahit yang terkenal dengan sumpah palapa. Waktu masih muda, ia diketahui sebagai seorang bekel.

Mengutip dari buku Gajah Mada: Pahlawan Pemersatu Bangsa karya Muhammad Yamin, disebutkan jika terdapat dua pasukan yang bertugas di pusat pemerintahan dan sekeliling Kerajaan Majapahit.

Pasukan pertama terdiri dari tujuh orang pemuda Darmaputera yang bertugas untuk menjaga pusat pemerintahan.

Sementara pasukan kedua terdiri atas golongan pemuda Bhayangkara yang bertugas untuk melindungi raja dan kerajaan.

 

Sejarah Kiprah Gajah Mada dan Pasukan Bhayangkara Menyelamtkan Raja Jayanegara

Sebagaimana dijelaskan di awal, Bhayangkara adalah nama salah satu pasukan keamanan Kerajaan Majapahit yang dipimpin Gajah Mada.

Pasukan itu mengemban tugas khusus menjaga Raja Jayanegara putra dari Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.

Jayanegara naik takhta pada 1309 sebagai raja di Kerajaan Majapahit setelah Raden Wijaya mangkat atau meninggal dunia.

Pada masa pemerintahannya, terjadi berbagai pemberontakan. Pasukan Bhayangkara di bawah kepemimpinan Gajah Mada berhasil menyelamatkan Raja Jayanegara dan keluarga istana.

Gajah Mada dan Pasukan Bhayangkara yang dipimpinnya sukses menjaga keamanan Raja Jayanegara selama di tempat persembunyiannya di Desa Bedander.

Ketika itu mereka terus diburu oleh pasukan pemberontak. Bahkan,  Ra Kuti, pimpinan pemberontak, mengeluarkan sayembara berhadiah bagi siapa saja yang menginformasikan keberadaan Jayanegara.

Di fase-fase kritis itu, Bekel Gajah Mada memberi perintah yang harus ditaati oleh anggota Pasukan Bhayangkara, yakni :

  1. Pasukan Bhayangkara Satya Haprabu, artinya harus memiliki sikap setia dan patuh kepada raja.
  2. Pasukan Bhayangkara Hanyaken Musuh, artinya memilih tindakan untuk selalu melenyapkan musuh yang ingin merebut tahta dan mengganggu ketentraman kerajaan.
  3. Pasukan Bhayangkara Gineung Pratidina, artinya memiliki tekad mempertahankan kerajaan yang ketika itu terancam akibat pemberontakan Ra Kuti yang berusaha merebut tahta Raja Jayanegara.
  4. Pasukan Bhayangkara Tan Satrisna, artinya memiliki sikap yang muncul dari hati nurani yang iklas tanpa pamrih, tidak terikat sesuatu atau hadiah. Ini untuk meneguhkan sikap anggota pasukan Bahyangkara agar tidak tergiur sayembara berhadiah yang dikeluarkan Ra Kuti.

Kisah heroik itu membuat karir keprajuritan Gajah Mada melejit. Dari awalnya “berpangkat” Bekel, kemudian Patih di Kahuripan dan Daha, hingga akhirnya menjadi Mahapatih.

Semuanya diraih di masa pemerintahan Tribhuwana Tunggadewi hingga Hayam Wuruk.

Namun, keberadaan Pasukan Bhayangkara mulai meredup usai perang bubat di pemerintahan Hayam Wuruk. (sib)

Editor : Budhi Prasetya
#gajah mada #majaphit #Raja Jayanegara #bhayangkara #kerajaan