Jawa Pos Radar Madiun - Seleksi CPNS 2024 kembali jadi sorotan masyarakat. Problemnya ada pada e-meterai yang mulai tahun ini diwajibkan sebagai syarat pembubuhan dokumen pelamar.
Jika sebelumnya pelamar CPNS boleh menggunakan meterai offline lalu kemudian di-scan, kali ini pelamar diminta membubuhkan e-meterai di dokumen mereka.
Pendaftar CPNS 2024 diwajibkan menggunakan e-meterai yang sah diterbitkan oleh Peruri.
Caranya dengan melakukan pembelian melalui situs resmi meterai-elektronik.com dan mitra-mitra lain yang bekerja sama dengan peruri.
Persoalannya, tingginya traffic membuat banyak situs penyedia e-meterai menjadi down. Bahkan ada yang kehabisan stok e-meterai.
Hal itu membuat warganet ramai-ramai menyerang instagram resmi Peruri di @peruri.indonesia.
"Rakyat dipaksa digital, tapi sistemnya sendiri belum siap. LAWAK!," tulis salah satu warganet di kolom komentar postingan Peruri, Rabu (4/9).
"Cuma di era 'digitalisasi' ini mau beli materai harus ngantri, out of stock, toko tutup dalam perbaikan, uangnya diambil barang belum ada, udah gitu ditawarin pengembalian tapi ga 100% padahal bukan salah kita," tulis warganet lain.
Tak sedikit warganet yang mempersoalkan refund atau pengembalian dana.
Akibat sistem penyedia e-meterai mengalami gangguan, banyak warganet yang sudah membayar e-meterai namun tak mendapat haknya.
Yang membuat warganet semakin kesal, dana yang dikembalikan hanya 75 persen.
"Jangankan dibalikin 75%, ambil aja semua min tanggung amat. Karna bukan masalah refund atau ngga nya. Ini soal transaksi lho, dan ini uang mngkin ratusan bahkan ribuan manusia lhooo.. cari solusi yg tidak merugikan banyak pihak," tulis salah satu warganet di kolom komentar postingan Peruri.
"Padahal udh tau bakalan CUAN BESAR, ya bayar server yang bagus dikit napa. Mau UNTUNG 100000%?" kata warganet lain. (naz)
Editor : Mizan Ahsani