Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Menelusuri Jejak Kho Ping Hoo di Dunia Kangouw Bagian 8, Tantangan Menjaga Warisan Bapak Cerita Silat Indonesia

AA Arsyadani • Sabtu, 15 Februari 2025 | 14:30 WIB

Kho Ping Hoo layak disebut sebagai Bapak Cerita Silat Indonesia.
Kho Ping Hoo layak disebut sebagai Bapak Cerita Silat Indonesia.

Jawa Pos Radar Madiun – Karya sastra yang diwariskan oleh Kho Ping Hoo menghadapi tantangan besar.

Akankah regenerasi pembaca cerita silat tetap bertahan hingga kini?

Di era digital, pilihan hiburan semakin beragam, dan cerita silat klasik harus bersaing ketat dengan novel modern, film, hingga serial televisi.

Kondisi ini membuat banyak anak muda tidak lagi mengenal karya sang maestro.

Meski demikian, upaya untuk menjaga warisan sastra Kho Ping Hoo terus dilakukan.

Salah satunya oleh Bunawan Sastraguna, menantu sang maestro.

Meskipun karya-karya Kho Ping Hoo tak lagi dicetak ulang secara masif, pihak keluarga masih menyimpan banyak stok bukunya di Kampung Mertokusuman, RT 2, RW 7, Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres, Solo.

“Kalau cetak 100 eksemplar, butuh waktu 2–3 tahun untuk habis,” kata Om Bun, sapaan akrab Bunawan Sastraguna.

Ia mengungkapkan dilema yang dihadapinya dalam merawat karya Kho Ping Hoo.

Di satu sisi, keuntungan dari penjualan buku tidaklah besar.

Di sisi lain, ia merasa memiliki tanggung jawab moral terhadap para penggemar yang masih mencari karya-karya tersebut.

“Dari segi keuntungan kurang memadai, tapi ada beban moral karena masih ada penggemar yang mencari,” ujarnya.

‘’Anak-anak muda sekarang banyak yang tidak mengenal karya Kho Ping Hoo. Bahkan, cucu-cucunya sendiri hanya membaca sedikit,” kata Bunawan.

Upaya pelestarian bisa dilakukan melalui cetak ulang, digitalisasi, maupun adaptasi ke media lain, seperti film dan animasi.

Dengan cara ini, generasi baru pencinta cerita silat dapat terus tumbuh dan mengenal warisan Kho Ping Hoo.

Satu hal yang pasti: Kho Ping Hoo telah meninggalkan warisan sastra yang tak ternilai bagi Indonesia.

Meski zaman telah berubah, namanya tetap memiliki tempat istimewa di hati para pembacanya. (*/bersambung)

Editor : Mizan Ahsani
#buku langka #budaya tionghoa #Cerita Silat #Kho Ping Hoo #sastra indonesia #cerita silat legendaris #sejarah sastra #literasi digital