Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Selain Cecak dari Madiun, Peneliti BRIN Temukan Dua Spesies Baru Kumbang Kura-Kura Endemik Sulawesi

Ockta Prana Lagawira • Kamis, 13 Maret 2025 | 22:52 WIB
Dua spesies baru kumbang kura-kura dari genus Thlaspidula yang ditemukan BRIN di Sulawesi.
Dua spesies baru kumbang kura-kura dari genus Thlaspidula yang ditemukan BRIN di Sulawesi.

Jawa Pos Radar Madiun – Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil mengidentifikasi dua spesies baru kumbang kura-kura dari genus Thlaspidula yang ditemukan di Sulawesi.

Temuan ini hampir berbarengan dengan spesies cecak baru dari Madiun, yakni Cyrtodactylus Pecelmadiun.

Adapun spesies kumbang kura-kura ini diberi nama Thlaspidula gandangdewata dan Thlaspidula sarinoi, menambah daftar keanekaragaman hayati serangga di Indonesia.

Penemuan ini menjadi langkah penting dalam dunia taksonomi dan memberikan wawasan baru terhadap keragaman spesies kumbang kura-kura (Chrysomelidae: Cassidinae).

Spesimen kedua spesies ini dikoleksi dari Gunung Gandangdewata dan Gunung Torompupu di Sulawesi, dua lokasi yang dikenal memiliki tingkat endemisme tinggi.

Baca Juga: Cecak Spesies Baru Ditemukan di Madiun! Diberi Nama Cyrtodactylus Pecelmadiun, Apa Saja Keunikannya?

Ciri Khas Dua Spesies Baru Kumbang Kura-Kura

Menurut Anang Setyo Budi, Peneliti Ahli Pertama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Thlaspidula gandangdewata dan T. sarinoi memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari spesies lain dalam genus Thlaspidula.

"Thlaspidula gandangdewata, T. sarinoi, dan T. boisduvali tergabung dalam grup spesies dari genus Thlaspidula yang memiliki bintik hitam lebar di bagian posterolateral pelebaran batas elytra saja. Namun, ketiganya memiliki pola bintik hitam di elytra dan pronotum yang berbeda," jelas Anang.

Selain itu, perbedaan signifikan juga ditemukan pada struktur morfologi, seperti bentuk cakar, mandibel, pronotum, serta tonjolan elytra.

Panjang dan warna segmen antena juga menjadi faktor pembeda di antara spesies-spesies ini.

Kumbang dari genus Thlaspidula memiliki ciri khas seperti kumbang kura-kura lainnya, yakni elytra dan pronotum yang melebar (explanate), membentuk perisai yang melindungi kepala dan kaki.

Namun, genus ini juga memiliki ciri khas pada bentuk labrum, proporsi tubuh, baris titik pada elytra, serta tekstur yang berbeda dari spesies sejenis lainnya.

Baca Juga: Daftar Tim Lolos ke Perempat Final Liga Champions: Kejutan Arsenal dan Aston Villa Wakili Inggris, Inter Milan Sandang Harapan Italia

Spesimen Disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense

Spesimen Thlaspidula gandangdewata dan T. sarinoi kini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense (MZB), Indonesia. Proses pengumpulan dilakukan dengan metode jaring sapu di Gunung Gandangdewata dan Gunung Torompupu.

Penemuan spesies ini menunjukkan betapa pentingnya eksplorasi ilmiah di wilayah pegunungan Sulawesi, yang dikenal sebagai pusat endemisme fauna.

Dengan adanya penelitian lebih lanjut, diharapkan dapat diketahui lebih banyak mengenai ekologi, distribusi, serta upaya konservasi yang dibutuhkan untuk melindungi spesies ini.

Penelitian Dipublikasikan dalam Jurnal Internasional

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa edisi Januari 2025.

Publikasi ini menjadi referensi penting bagi para taksonomis dan konservasionis dalam memahami serta melindungi keanekaragaman hayati Indonesia.

Bagi yang ingin membaca lebih lanjut mengenai penelitian ini, bisa mengakses jurnal lengkapnya melalui tautan berikut: Zootaxa – Thlaspidula Spesies Baru. (ota)

Editor : Mizan Ahsani
#spesies baru #sulawesi #BRIN #madiun #cecak #kumbang