Jawa Pos Radar Madiun - Mudik lebaran telah menjadi tradisi yang sangat dinanti oleh banyak orang di Indonesia.
Saat momen tersebut tiba, jutaan umat Muslim kembali ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga.
Namun, perjalanan panjang ini bisa menjadi tantangan, terutama bagi mereka yang sering mengalami mabuk perjalanan.
Mabuk perjalanan, atau motion sickness, terjadi ketika otak menerima sinyal yang bertentangan dari mata, telinga bagian dalam, dan tubuh.
Contohnya, saat berada di dalam mobil yang bergerak, tubuh terasa diam, namun mata dan telinga merasakan gerakan kendaraan.
Hal ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan yang memicu gejala seperti pusing, mual, hingga muntah.
Sayangnya, dalam perjalanan mudik, seringkali kita tidak memiliki akses ke obat untuk mengatasi masalah ini.
Namun, jangan khawatir! Ada berbagai cara alami yang bisa kamu coba untuk mengatasi mabuk perjalanan tanpa perlu obat.
Berikut beberapa tips yang dapat membuat perjalanan mudikmu tetap nyaman dan lancar!
Persiapan Sebelum Perjalanan
1. Atur Pola Makan
Sebelum berangkat, pastikan kamu tidak makan dalam porsi besar. Pilihlah makanan ringan yang mudah dicerna beberapa jam sebelum perjalanan.
Hindari makanan yang berlemak, pedas, atau berbau menyengat agar perut tetap merasa nyaman.
2. Istirahat yang Cukup
Usahakan untuk tidur cukup (7-8 jam) sebelum perjalanan. Tidur yang berkualitas dapat mengurangi kelelahan yang bisa memperburuk mabuk perjalanan.
3. Pilih Posisi Duduk yang Tepat
Jika memungkinkan, pilihlah tempat duduk yang menghadap ke depan, dekat dengan jendela, dan minim guncangan.
Hindari duduk di bagian belakang kendaraan atau dengan posisi menghadap ke samping. Bila naik pesawat, pilih kursi yang dekat dengan sayap untuk mengurangi guncangan.
Selama Perjalanan
1. Fokus Pandangan ke Depan
Fokuslah pada titik yang jauh, seperti garis cakrawala atau jalan yang terbentang di depan.
Hindari membaca atau melihat perangkat elektronik, karena hal tersebut dapat memperburuk gejala mabuk perjalanan.
2. Ubah Posisi Tubuh
Jika memungkinkan, coba ubah posisi duduk atau berbaring sejenak. Melakukan gerakan ringan juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.
3. Hirup Udara Segar
Buka jendela atau manfaatkan ventilasi untuk memasukkan udara segar. Hindari berada di tempat dengan udara yang pengap, karena dapat memperburuk rasa mual.
4. Aromaterapi
Gunakan aromaterapi dengan wangi yang menenangkan seperti lavender, lemon, atau minyak kayu putih. Sapukan sedikit minyak angin pada pelipis atau tengkuk untuk merasakan efek relaksasi.
5. Minum Air Putih
Konsumsi air putih atau minuman bersoda dalam jumlah yang wajar. Sebaiknya hindari minuman berkafein atau beralkohol karena dapat memperburuk gejala.
6. Konsumsi Jahe atau Peppermint
Jahe dan peppermint dikenal efektif untuk meredakan mual. Kamu bisa mengonsumsi jahe dalam bentuk teh atau permen jahe, atau mencoba menghirup aroma peppermint. Teh chamomile juga dapat menjadi pilihan yang menenangkan.
7. Alihkan Perhatian
Mendengarkan musik yang menenangkan, bernyanyi, atau berbicara dengan teman perjalanan dapat membantu mengalihkan perhatian dari rasa mual.
8. Teknik Pernapasan
Cobalah teknik pernapasan dalam untuk meredakan rasa mual. Tarik napas dalam melalui hidung, tahan sejenak, kemudian hembuskan perlahan-lahan melalui mulut.
9. Hindari Bau Tajam
Cobalah untuk menghindari bau yang tajam seperti durian atau parfum dengan aroma yang terlalu kuat, karena bisa menyebabkan mual.
10. Tekanan Akupresur
Menekan titik akupresur di pergelangan tangan (P-6 atau Nei-Kuan) bisa membantu mengurangi rasa mual.
Makanan dan Minuman yang Direkomendasikan
1. Jahe (teh jahe, permen jahe)
2. Peppermint (teh peppermint, permen peppermint)
3. Teh Chamomile
4. Apel hijau
5. Buah zaitun
6. Jus apel
7. Makanan asin (dalam jumlah sedikit)
8. Air putih
Jika gejala mabuk perjalanan sangat berat atau berlangsung lama, segera hubungi dokter.
Tips-tips di atas mungkin tidak berlaku untuk setiap orang, jadi cobalah berbagai cara dan temukan yang paling efektif untukmu.
Informasi ini bersifat umum dan tidak dapat menggantikan saran medis profesional. Semoga informasi ini berguna untuk persiapan mudikmu! Selamat mudik!
(*/naz)
Penulis: Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Mizan Ahsani