Jawa Pos Radar Madiun – Kementerian Perdagangan buka suara soal kenaikan harga cabai merah besar dan cabai rawit merah yang melambung saat Hari Raya Idul Fitri 2025.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti menyebut faktor cuaca sebagai penyebab utama yang memicu lonjakan harga.
“Memang faktor cuaca itu suatu hal yang nggak bisa kita kontrol, tapi kita akan terus monitor,” ujar Dyah Roro usai menghadiri open house Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dikutip Jawa Pos Minggu (31/3/2025).
Ia menegaskan bahwa pihaknya bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan terus memantau perkembangan harga pangan, terutama menjelang Lebaran yang rawan terjadi lonjakan permintaan dan distribusi terganggu.
“Kita koordinasikan dengan Bapanas karena ini salah satu prioritas yang terus kami pantau agar harga bisa segera terkendali,” tambahnya.
Harga Cabai di Jawa Timur Ada yang Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
Kenaikan harga cabai tak hanya terjadi di level nasional, tetapi juga sangat terasa di Jawa Timur.
Berdasarkan data Siskaperbapo Jatim per 2 April 2025 pukul 14.33 WIB, harga cabai rawit merah di Jawa Timur mencapai Rp87.830/kg secara rata-rata. Tertinggi di Kota Blitar: Rp120.000/kg.
Adapun harga di Madiun Raya:
Kabupaten Ngawi: Rp118.333/kg
Kota Madiun: Rp95.000/kg
Kabupaten Magetan: Rp89.333/kg
Kabupaten Pacitan: Rp86.000/kg
Kabupaten Ponorogo: Rp82.500/kg
Kabupaten Madiun: Rp81.250/kg
Harga Pangan Nasional Juga Naik
Berdasarkan Panel Harga Bapanas pada Rabu (2/4/2025), kenaikan harga tidak hanya terjadi pada cabai. Beberapa komoditas strategis juga mengalami lonjakan:
Cabai rawit merah: naik 1% menjadi Rp89.598/kg
Cabai merah keriting: naik 3,68% menjadi Rp60.436/kg
Cabai merah besar: naik 2,24% menjadi Rp60.062/kg
Daging sapi segar lokal: naik 1,3% menjadi Rp147.121/kg
Daging ayam ras: naik 1,42% menjadi Rp37.347/kg
Bawang merah: Rp44.206/kg
Bawang putih bonggol: Rp44.919/kg
Beras premium: naik 0,24% jadi Rp15.594/kg
Minyak goreng kemasan: Rp20.744/liter
Minyak goreng curah: turun tipis ke Rp17.951/liter
Pemerintah berharap harga-harga tersebut bisa kembali stabil setelah puncak Lebaran. Koordinasi lintas kementerian dan pengawasan distribusi pangan akan menjadi kunci pengendalian inflasi pangan musiman. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira