Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Idul Adha 1446 H Jatuh di Awal Juni 2025, Ada Berapa Hari Libur dan Cuti Bersama?

Mizan Ahsani • Selasa, 22 April 2025 | 19:00 WIB
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha
Ilustrasi Hari Raya Idul Adha

Jawa Pos Radar Madiun - Hari Raya idul adha adalah salah satu hari besar umat Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah dalam penanggalan Hijriah. 

Perayaan ini juga sering disebut sebagai Lebaran Haji karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci Makkah. 

Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban sebagai wujud ketakwaan kepada Allah SWT serta untuk mengenang pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Lalu, kapan tepatnya Idul Adha 2025 akan dirayakan?

Kapan Idul Adha 2025?

Sebagaimana telah diketahui bersama, Hari Raya idul adha diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah dalam penanggalan Hijriah.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia tahun 2025 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Idul Adha 1446 H diperkirakan akan jatuh pada tanggal 6 Juni 2025 Masehi.

Dalam kalender tersebut, 1 Zulhijah 1446 H ditetapkan mulai pada tanggal 28 Mei 2025.

Oleh karena itu, hari ke-10 Zulhijah, yang merupakan Hari Raya Idul Adha, diperkirakan akan jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Namun, penetapan resmi tanggal Hari Raya idul adha masih menunggu keputusan sidang isbat yang akan dilaksanakan oleh

Kementerian Agama Republik Indonesia. Sidang tersebut bertujuan menetapkan awal bulan Zulhijah dengan menggunakan metode hisab dan rukyat, serta mengacu pada kriteria yang ditetapkan oleh Menteri Agama negara-negara anggota MABIMS (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Tanggal Idul Adha Muhammadiyah

Organisasi Islam Muhammadiyah telah terlebih dahulu mengumumkan jadwal resmi Hari Raya idul adha 1446 H/2025 M. Pengumuman ini disampaikan melalui Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Maklumat tersebut tercantum dalam dokumen bernomor 1/MLM/I.0/E/2025 mengenai Penetapan Hasil Hisab untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1446 Hijriah.

Dalam dokumen ini dijelaskan sejumlah tanggal penting dalam kalender Hijriah, termasuk waktu pelaksanaan Idul Adha.

Berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal atau perhitungan astronomis yang digunakan oleh Muhammadiyah, Hari Raya idul adha tahun ini ditetapkan jatuh pada hari Jumat, 6 Juni 2025.

Kapan Libur Idul Adha?

Di Indonesia, berbagai hari besar keagamaan dari beragam agama diakui secara resmi dan dijadikan hari libur nasional. Salah satunya adalah Hari Raya idul adha, yang setiap tahunnya termasuk dalam daftar hari libur bersama.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri PAN-RB dengan Nomor 1017/2024, 2/2024, dan 2/2024 mengenai Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah ditetapkan sebagai hari libur nasional pada Jumat, 6 Juni 2025. Sementara itu, cuti bersama untuk Idul Adha dijadwalkan pada Senin, 9 Juni 2025.

Berikut adalah jadwal lengkap hari libur Idul Adha 2025:

Jumat, 6 Juni 2025: Libur nasional Idul Adha 1446 Hijriah

Sabtu, 7 Juni 2025: Libur akhir pekan

Minggu, 8 Juni 2025: Libur akhir pekan

Senin, 9 Juni 2025: Cuti bersama Idul Adha 1446 Hijriah

Hikmah Idul Adha

Berdasarkan informasi dari situs resmi Universitas Islam An-Nur Lampung, ibadah kurban pada Hari Raya idul adha mengandung berbagai makna yang mendalam.

Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kurban juga berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial dengan berbagi kepada sesama, khususnya mereka yang kurang mampu.

Ibadah ini mencerminkan kekuatan iman, serta menjadi simbol dari pengorbanan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesabaran. Berikut adalah uraian lengkap tentang makna dan hikmah Idul Adha.

1. Berbagi dengan Masyarakat yang Membutuhkan

Salah satu hikmah utama dari pelaksanaan ibadah kurban adalah sebagai bentuk latihan untuk bersedekah. Dalam hal ini, seseorang diajarkan untuk rela mengorbankan sebagian hartanya dengan penuh keikhlasan.

Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan:

‎أنفقي أَوِ انْفَحِي ، أَوْ انْضَحِي ، وَلاَ تُحصي فَيُحْصِي اللهُ عَلَيْكِ ، وَلاَ تُوعي فَيُوعي اللهُ عَلَيْكِ

Artinya: "Infakkanlah hartamu. Janganlah engkau menghitung-hitungnya (menyimpan tanpa mau mensedekahkan). Jika tidak, maka Allah akan menghilangkan berkah rezeki tersebut. Janganlah menghalangi anugerah Allah untukmu. Jika tidak, maka Allah akan menahan anugerah dan kemurahan untukmu." (HR Bukhari no. 1433 dan Muslim no. 1029)

2. Menumbuhkan Sifat Ikhlas

Hikmah lain yang dapat dipetik dari ibadah kurban adalah menumbuhkan sikap ikhlas dalam beramal. Pelaksanaan kurban mengajarkan pentingnya keikhlasan dan ketakwaan sebagai bentuk upaya meraih ridha Allah SWT.

Hal ini ditegaskan dalam firman Allah dalam Surah Al-Hajj ayat 37:

‎لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ ۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya: "Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang muhsin."

Baca Juga: Daftar Event Lari Seru di Jawa Timur Sepanjang Bulan Mei 2025, Catat Tanggalnya!

3. Belajar Berzikir

Salah satu hikmah dari perayaan Idul Adha dan pelaksanaan ibadah kurban adalah mengajarkan umat untuk terus mengingat Allah melalui zikir. Karena saat proses penyembelihan hewan kurban, umat Islam diwajibkan membaca basmalah dan disunnahkan mengumandangkan takbir.

Bahkan, anjuran untuk bertakbir ini sudah dimulai sejak awal sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

‎وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ

Artinya: "Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan..." (QS. Al Hajj: 28)

Baca Juga: Cerita Silat Palagan Lawu Wilis: Senyum dalam Pertarungan saat Senja

4. Meninggalkan Larangan-Nya

Ada beberapa larangan yang harus diperhatikan saat akan melaksanakan ibadah kurban, salah satunya adalah tidak diperbolehkan untuk memotong rambut dan kuku. Larangan ini dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, yang berbunyi:

‎إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ

Artinya: "Jika kalian telah menyaksikan hilal Zulhijah (maksudnya telah memasuki 1 Zulhijah,) dan kalian ingin berqurban, maka hendaklah shohibul qurban tidak memotong rambut dan kukunya." (HR Muslim no. 1977)

Wallahu a'lam.

(*/naz)

Penulis: Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#2025 #jadwal #tanggal #libur #idul adha #cuti bersama