Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ze Valente: Kita Tidak Pernah Belajar! Insiden Bus Persik Kediri Dilempari Batu Usai Kalahkan Arema FC, Coach Divaldo dan Asisten Jadi Korban

Ockta Prana Lagawira • Senin, 12 Mei 2025 | 16:49 WIB
Kondisi bus pemain Persik Kediri dilempari oknum suporter (kiri) dan kondisi Coach Divaldo yang terkena serpihan kaca.
Kondisi bus pemain Persik Kediri dilempari oknum suporter (kiri) dan kondisi Coach Divaldo yang terkena serpihan kaca.

MALANG, Jawa Pos Radar Madiun – Laga Arema FC vs Persik Kediri yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5), ternoda.

Bus tim Persik dilempari batu oleh oknum suporter tak bertanggung jawab hingga mengakibatkan dua korban luka.

Kejadian ini terjadi saat bus yang ditumpangi pemain dan ofisial Persik meninggalkan stadion menuju Kota Malang, setelah meraih kemenangan telak 3-0 atas tuan rumah Arema FC.

Akibat insiden pelemparan batu tersebut, pelatih Persik Divaldo Alves dan asisten pelatih Antonio Claudio dilaporkan mengalami luka. Kaca bus pecah, dan situasi sempat menegangkan di lokasi.

"Kami sangat menyesalkan dan meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim Persik Kediri atas kejadian yang tidak terpuji ini," ujar Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, dikutip dari laman resmi klub.

Panitia pelaksana (panpel) Arema FC bersama Presidium Aremania Utas serta pihak kepolisian menyampaikan permintaan maaf dan akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami akan melakukan sosialisasi lebih intensif tentang pentingnya sportivitas, baik di dalam maupun luar lapangan,” tambah Erwin.

Bram Hady Sulthon, selaku Security Officer Arema FC, mengakui bahwa mereka telah melakukan pengawalan terhadap bus Persik, namun tetap kecolongan.

“Kami sudah berupaya maksimal. Tapi insiden terjadi di luar pengawasan kami,” katanya.

Ze Valente: “Kita Tidak Pernah Belajar”

Kapten Persik Kediri, Ze Valente, mengunggah foto kaca bus yang hancur di Instagram dan menyindir keras insiden tersebut.

“Kita tidak pernah belajar… Tapi lebih baik saya tidak mengutarakan apa yang saya pikir,” tulis pemain asal Portugal itu.

Unggahan tersebut mendapat respons luas di media sosial, mengingat Kanjuruhan adalah stadion yang pernah menjadi lokasi tragedi kelam sepak bola Indonesia pada Oktober 2022.

Laga kontra Persik merupakan pertandingan perdana Arema FC di Stadion Kanjuruhan pasca tragedi 2022.

Namun, alih-alih menjadi momen pemulihan dan perdamaian, laga ini justru ternoda oleh aksi anarkis.

Arema FC pun langsung menyampaikan permohonan maaf melalui akun Instagram resmi klub:

“Kami minta maaf sebesar-besarnya untuk tim @persikfcofficial atas kejadian hari ini setelah pertandingan,” tulis manajemen. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Tragedi Kanjuruhan #Dua Luka #Arema FC vs Persik Kediri #pelatih persik #persik kediri #Pelemparan Bus #Ze Valente #divaldo alves persik kediri #BRI Liga 1 #Kanjuruhan