Jawa Pos Radar Madiun – Presiden RI Prabowo Subianto turut menyampaikan duka cita atas wafatnya Mayjen TNI (Purn) Dr. (HC) H. Eddie Marzuki Nalapraya.
Dalam kunjungannya ke persemayaman almarhum di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Selasa (14/5), Prabowo menyebut sosok Eddie sebagai tokoh sentral dalam menjaga pencak silat sebagai identitas budaya Indonesia.
"Sebagian besar hidupnya didedikasikan bukan hanya untuk negara sebagai prajurit TNI, tetapi juga untuk membina dan melestarikan pencak silat," kata Prabowo.
Menurutnya, pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan warisan budaya luhur yang mencerminkan jati diri bangsa.
Eddie Nalapraya, dalam pandangan Presiden, adalah figur utama yang menjaga nilai-nilai itu tetap hidup dan berkembang hingga dikenal dunia.
Diplomat Budaya dan Pelopor Pelestarian Silat
Presiden Prabowo mengenang pengabdiannya sejak era 1980-an, saat Eddie Marzuki aktif keliling Indonesia hingga ke mancanegara untuk memperkenalkan pencak silat sebagai alat diplomasi budaya.
"Beliau berperan sangat besar, sangat aktif memperkenalkan silat ke berbagai belahan dunia. Ketika orang menyebut pencak silat, nama Eddie Nalapraya pasti disebut," ujar Prabowo.
Eddie dikenal tidak hanya sebagai pelatih dan pembina, tetapi juga sebagai jembatan yang membawa pencak silat menuju panggung internasional, termasuk pengakuan dari UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
Warisan yang Tak Akan Luntur
Presiden menutup sambutannya dengan rasa hormat mendalam. Ia menyebut Eddie Nalapraya sebagai pelopor yang akan selalu dikenang dalam sejarah budaya bangsa.
"Kita kehilangan seorang tokoh besar. Namun warisan perjuangannya harus kita teruskan, agar pencak silat tetap menjadi kebanggaan Indonesia," ujar Prabowo. (ota)
Editor : Ockta Prana Lagawira