Jawa Pos Radar Madiun – Program yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim siswa ke barak militer dipelopori di Kabupaten Purwakarta.
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein mengawali pelaksanaan kebijakan Gubernur Jawa Barat tersebut.
Selaras dengan Dedi Mulyadi, ia mengirim puluhan pelajar SMP yang terlibat aksi kenakalan remaja ke barak militer TNI AD di Resimen Artileri Medan 1/Sthira Yudha Kostrad.
Diketahui, ecanduan berman game dan malas sekolah menjadi salah satu target program pembinaan karakter anak-anak nakal.
It terlihat saat Dedi Mulyadi bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengunjungi Resimen Artileri Medan (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad di Purwakarta.
Saat berbincang dengan sejumlah siswa, keduanya mendengar hasil positif dari pelaksanaan program tersebut.
Salah satu yang semula keranjingan main game online, mengaku bisa terlepas dari kebiasaan tersebut setelah dibina di barak militer.
Dedi Mulyadi menceritakan siswa itu dikabarkan jarang masuk sekolah alias sering bolos karena keranjingan main game dari malam hingga pagi hari.
Ia akhirnya dikirim ke barak militer mengikuti program pembinaan karakter anak-anak atas persetujuan orang tuanya.
Gubernur Jawa Barat itu mengungkapkan, saat awal dikirim ke (Menarmed) 1/Sthira Yudha Kostrad, siswa tersebut sampai menangis karena tidak bisa main HP dan game sesuai kebiasaannya.
"Biasanya main apa?" tanya Menteri Komdigi Meutya Hafid kepada siswa tersebut dalam video yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
"Main game," jawab siswa yang bercita-cita menjadi pesepak bola itu, seprti dlansir dari JawaPos.com, Sabtu 17 Mei 2025.
Setelah lebih dari sepekan menjalani pendidikan di barak militer, siswa salah satu SMP di Kabupaten Purwakarta itu mulai mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.
Siswa SMP berusia 14 tahun tersebut mengaku sudah tidak lagi kecanduan atau keranjingan dan ingin berubah menjadi lebih baik. (sib)
Editor : Budhi Prasetya