Jawa Pos Radar Madiun - Siapa sangka daun pisang yang biasa dijual murah di pasar bisa bikin kamu cuan besar?
Di luar negeri, terutama Jepang, daun pisang banyak dicari untuk makanan tradisional seperti chimaki.
Harganya? Bisa tembus setengah juta rupiah per ikat! Kalau kamu tertarik mulai bisnis ekspor dari nol, daun pisang bisa jadi langkah pertama yang cerdas dan murah meriah.
Langkah awalnya simpel: cari tahu HS Code (kode ekspor) daun pisang, yaitu 07099990, lewat situs eservice.insw.go.id.
Kode ini penting buat urus bea cukai dan dokumen pengiriman.
Lalu, temukan buyer dari luar negeri lewat marketplace global kayak Amazon, eBay, atau Alibaba.
Jangan lupa aktif di media sosial dan bangun portofolio bisnis biar makin dipercaya.
Biar bisnis kamu legal, kamu butuh izin usaha kayak CV atau PT, yang bisa diurus lewat OSS (Online Single Submission).
Kalau belum punya legalitas, bisa juga pakai jasa undername ekspor alias pinjam nama perusahaan lain yang udah punya izin resmi buat bantuin kirim barang.
Kalau kamu masih baru di dunia ekspor, kerja sama dengan perusahaan ekspor berpengalaman bisa jadi jalan pintas.
Mereka bisa bantu dari A sampai Z, termasuk cari pembeli, urus dokumen, dan jamin barang sampai dengan aman.
Untuk pengiriman, kamu bisa pilih sistem port to port (hanya sampai pelabuhan) atau door to door (barang dijemput dan diantar sampai alamat buyer).
Untuk pemula, door to door lebih praktis dan minim ribet.
Daun pisang bisa dijual Rp500.000 sampai Rp800.000 per ikat, tergantung negara tujuan dan kualitas. Gokil, kan?
Jadi, kalau kamu punya pohon pisang di rumah atau kenalan petani, manfaatkan!
Dengan strategi yang tepat, daun pisang bisa bikin kamu tembus pasar internasional.
Gak perlu ribet, cukup mulai dari hal sederhana, dan lihat peluang besar yang bisa kamu raih! (fin)
Editor : AA Arsyadani