Jawa Pos Radar Madiun – Aksi Rayyan Arkan Dikha yang menari di atas perahu dalam perlombaan olahraga tradisional Paacu Jalur terus jadi buah bibir warganet.
Sosok bocah SD penari Pacu Jalur yang dikenal publik lewat akun “Aura Farming” kini terus mendapat sorotan publik.
Bahkan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon dan Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid ikut mengapresiasi Dikha yang dinilai mempopulerkan tradisi dan budaya Kabupaten Kuansing, Riau, tersebut.
Mendikbud Fadli Zon memberikan beasiswa Rp 20 juta kepada siswa SD 013 Desa Pintu Gobang, Kari, Kuantan Singingi, Riau, itu.
Terbaru, Gubernur Abdul Wahid memberikan gelar Duta Pariwisata Riau dalam sebuah seremoni di halaman Kantor Gubernur Riau, Selasa 8 JUli 2025 lalu.
Abdul Wahid mengaku bangga dengan apa yang dilakukan Dikha karena dinilai berhasil mempromosikan tradisi Pacu Jalur, salah satu warisan budaya terbesar Riau ke mata dunia.
Maklum, video bocah penari Pacu Jalur yang viral di media sosial kini seolah menjadi tren baru bagi warganet di mancanegara.
Belakangan, publik luar negeri banyak yang meniru gerakan ‘Aura Farming’ dengan berbagai gaya. Mulai dari atlet, selebriti dan konten kreator yang memposting aksi mereka di medsos.
Sebagaimana diketahui, video Dikha menjadi viral setelah diposting di media sosial Paris Saint-Germain (PSG), klub sepak bola terkenal asal Prancis.
Fenomena penari Pacu Jalur itu, menurut Gubernur Riau, menjadi contoh bagaimana era digital bisa menjadi sarana efektif mengangkat kearifan lokal, asalkan dilakukan dengan rasa cinta yang tulus terhadap budaya daerah.
“Jasanya Dikha sangat besar. Karena itu, hari ini saya nobatkan dia sebagai Duta Pariwisata Riau. Saya juga memberikan beasiswa pendidikan supaya masa depannya lebih terjamin,” ujar Abdul, Rabu 9 Juli 2025, dikutip dari JawaPos.com.
Abdul Wahid menekankan jika gelar Duta Pariwisata itu lebih dari sekadar penghargaan. Namun juga sebagai motivasi bagi generasi muda Riau lainnya agar semakin cinta, bangga, dan aktif melestarikan budaya daerah.
Menurutnya, sekecil apa pun kontribusi anak muda dalam memperkenalkan budaya daerah, patut dihargai karena dapat memberi dampak besar bagi citra Riau.
Gubernur Riau itu juga berharap agar fenomena Aura Farming Dikha penari Pacu Jalur menjadi pengingat bagi semua kecintaan terhadap budaya dan daerah mampu membawa perubahan besar.
Abdul Wahid, menegaskan jika budaya bukan sebatas warisan masa lalu, tetapi merupakan entitas hidup yang harus terus dirawat dan diperkenalkan dengan cara-cara kreatif.
“Hari ini sedang viral bahwa Riau dikenal dengan Pacu Jalurnya di seluruh dunia. Mudah-mudahan momen ini akan mengiringi peristiwa-peristiwa baik lainnya, ucapnya.
Prestasi Dikha pun diharapkan dapat memicu semangat anak-anak Riau lainnya untuk berani mengeksplorasi dan menampilkan bakat mereka, terutama dalam bidang seni serta tradisi lokal.
Gubernur mengajak agar budaya terus dijaga dan dijadikan bagian tak terpisahkan dari identitas maupun masa depan Bumi Lancang Kuning.
Editor : Budhi Prasetya