Jawa Pos Radar Madiun – Aksi pencurian uang kotak amal membuka fakta memprihatinkan di Desa Mojo, Kecamatan Andong, Boyolali.
Nasib pilu harus dialami tiga anak di bawah umur, kaki mereka dirantai. Tubuh ketiga bocah itu juga terlihat lemah diduga karena kelaparan.
Diihat dari kondisinya saat ditemukan, secara umur terlihat jika tiga bocah malang itu tidak mendapat perawatan layak.
Informasi yang dihimpun, naib ketiganya baru terkuak setelah aksi kakak mereka berinisial MAF kepergok warga setempat.
Bocah berumur belasan tahun itu mengaku nekat mencuri demi menyelamatkan adik-adiknya dari kelaparan.
Dilansir dari JawaPos.com, MAF tertangkap basah melakukan pecnurian pada hari Minggu 14 Juli 2025 dini hari.
Ketika itu, ia kedapatan mengambil uang senilai Rp 20 ribu dari dalam kotal amal di Majid Darussalam, Desa Kacangan.
Warga yang menangkapnya dibuat mengelus dada saat mendengar pengakuan MAF. Ia berencana membeli makanan karena adik-adiknya tak kuat lagi menahan lapar.
"Waktu itu anaknya ambil uang Rp 20 ribu, bilangnya untuk makan adik-adiknya karena kelaparan," kata Kepala Desa Mojo, Bagus Muhammad Muksin.
Meski demikian, warga setempat tak langsung percaya begitu saja. Mereka lantas mengantar pulang MAF, seolah ingin memastikan kebenaran pengakuannya.
Setibanya di lokasi, warga desa dibuat tertegun. Tiga anak masing-masing berinisial SAW (14 tahun), IAR (11 tahun), dan VMR (6 tahun) terlihat berada di luar rumah tempat MAF tinggal.
Ketiganya terlihat duduk lemas dengan kaki terbelenggu rantai besi, terikat seperti tahanan.
"Setelah saya datang, saya melihat tiga anak itu kakinya dirantai. Posisinya di luar ruangan, bukan di dalam rumah," ungkap Bagus.
Tanpa pikir panjang, sang kepala desa langsung mencari alat dan memotong rantai yang menjerat kaki mereka. Anak-anak itu lalu diberi makan karena sudah terlihat sangat lemah.
Para warga desa kembali dibuat terkejut oleh penuturan para bocah malang itu. Mereka mengaku telah dirantai selama sekitar satu bulan.
Yang jadi pertanyaan, selama dua tahun tinggal di rumah tersebut, kondisi mereka luput dari perhatian publik.
"Bilangnya sudah sebulan dirantai. Kalau di sini, anak-anak itu sudah tinggal selama dua tahun," jelas Bagus.
Nama Siswono Putra disebut-sebut jadi pelaku utama yang diduga merantai ketiga anak di bawah umur itu.
Pria berusia 65 tahun itu dikenal tertutup oleh warga sekitar. Ia diketahui tinggal dengan keempat anak tersebut, namun nyaris tak pernah berinteraksi dengan warga.
"Sangat tertutup. Tidak pernah kumpulan. Bahkan kalau tetangga mau bantu angkat jemuran saja dilarang," beber Bagus.
Siswono kini telah diamankan di Mapolres Boyolali dan tengah menjalani pemeriksaan intensif. Polisi menyelidiki dugaan eksploitasi dan kekerasan terhadap anak-anak ini.
Fakta menyedihkan mengiris hati itu tak luput dari perhatian warganet. Mereka ramai-ramai mengecam tindakan yang menimpa para bocah malang tersebut.
Banyak yang menyuarakan agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan ada yang menyebutnya lebih kejam dari binatang.
Sebuah ironi di tengah kesulitan ekonomi yang terbongkar dari seorang anak yang nekat mencuri uang kotak amal demi memberi makan adik-adiknya yang kelaparan.
Editor : Budhi Prasetya