Jawa Pos Radar Madiun - Tragedi menyelimuti acara Pesta Rakyat di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang merupakan bagian dari rangkaian pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wabup Garut Putri Karlina.
Tiga orang dilaporkan tewas, termasuk seorang anggota Polri yang gugur saat mengevakuasi warga.
Kepala Kepolisian Resor Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menyatakan pihaknya tengah mendalami insiden maut tersebut.
“Itu (insiden) kami sedang dalami,” ujar AKBP Yugi kepada wartawan saat diwawancarai di Pendopo Garut, Jumat (18/7).
Kapolres menuturkan, jajaran Polres Garut akan melakukan evaluasi menyeluruh dan membuka ruang penyelidikan terkait unsur kelalaian dalam insiden kericuhan tersebut.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM, menyatakan mendukung penuh proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.
“Dipersilakan Polres Garut untuk melakukan penyelidikan. Silakan saja ranah pertanggungjawaban itu biarkan menjadi wewenang kepolisian,” kata KDM usai menjenguk korban luka di RSUD dr Slamet Garut, Jumat malam.
KDM mengaku tidak mengetahui secara rinci soal teknis penyelenggaraan acara makan gratis yang menjadi pemicu kepadatan massa. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
“Bagaimana, apa yang menjadi latar belakang peristiwa ini, kelalaian siapa, siapa yang bertanggung jawab? Silakan diungkap oleh kepolisian,” ujarnya.
Tiga Orang Tewas, Termasuk Anggota Polri
Insiden kericuhan tersebut terjadi saat massa berdesakan di gerbang utama kawasan Pendopo Garut.
Antusiasme tinggi warga menghadiri acara hiburan dan makan gratis memicu kepanikan hingga menyebabkan banyak warga pingsan.
Salah satu korban yang meninggal adalah Bripka Cecep Saepul Bahri (39), anggota Polres Garut, yang sempat membantu mengevakuasi warga yang pingsan sebelum akhirnya ikut tumbang dan dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.
Selain itu, dua warga sipil turut menjadi korban jiwa, yaitu Vania Aprilia (8 tahun), warga Kelurahan Sukamentri, dan Dewi Jubaeda (61 tahun).
“Beliau (Bripka Cecep) sedang mengevakuasi masyarakat yang pingsan, kemudian beliau juga ikut pingsan dan meninggal dunia,” jelas Kapolres Garut.
AKBP Yugi menyebut pengamanan sudah melibatkan lebih dari 400 personel gabungan, termasuk TNI, Satpol PP, Dishub, dan Brimob. Mereka disebar di sejumlah titik strategis untuk menjaga ketertiban acara.
Namun, kondisi di lapangan tak terkendali akibat jumlah massa yang membludak.
“Antusiasmenya sangat tinggi,” ujar Kapolres.
Terkait kemungkinan adanya kelalaian dari panitia penyelenggara, pihak kepolisian menyatakan akan mendalami seluruh aspek penyelenggaraan.
“Kami pastikan akan melakukan evaluasi dan pendalaman terhadap penyelenggara,” tegas Kapolres.
Pesta rakyat itu merupakan bagian dari rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut Luthfianisa Putri Karlina dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Acara yang semestinya menjadi perayaan rakyat justru berubah menjadi tragedi yang menelan korban jiwa. (naz)
Editor : Mizan Ahsani