Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Meski Ketinggian Tsunami Diprediksi Tak Sampai Satu Meter, BPNB Imbau Warga Tetap Waspada, Ingatkan Bencana Jepang 2011

Budhi Prasetya • Rabu, 30 Juli 2025 | 21:40 WIB

 

Ilustrasi gelombang tsunami.
Ilustrasi gelombang tsunami.

Jawa Pos Radar Madiun – Potensi bencana tsunami sebagai imbas dari gempa berkekuatan 8,7 skala richter (SR) di Rusia diprediksi dirasakan di sebagian wilayah Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengeluarkan imbauan kepada warga pesisir pantai di 10 wilayah pada 5 provinsi untuk waspada.

Mereka diminta menjauhi pantai. Itu setelah BNPB melakukan rapat koordinasi awal pasca gempa bumi di wilayah Pesisir Timur Kamchatka, Rusia.

Mereka menyebut jika ketinggian tsunami yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia tidak lebihd ari setengah meter.

Namun demikian, BNPB meminta masyarakat tetap waspada dan personel kebencanaan selalu siaga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa tsunami setengah meter atau 50 sentimeter.

Namun demikian, bencana itu tetap harus diwaspadai dengan langkah-langkah yang terukur. Tujuannya untuk memastikan tidak ada satu pun korban jiwa.

Itu bukan tanpa sebab. Menurutnya, tsunami dengan ketinggian 50 sentimeter tetap dapat membunuh.

”Memang dari estimasi modeling dan data pengukuran muka air yang saat ini kami terima di sepanjang Pasifik itu alhamdulillah ketinggian tsunami hanya dalam tanda kutip di bawah 50 sentimeter. Tetapi, sekali lagi kalau kita bicara tsunami, tsunami 50 sentimeter pun itu bisa membunuh,” terang dia, dikutip dari JawaPos.com.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan bahwa tsunami di Jepang yang terjadi pada 2011 silam berdampak sampai ke Indonesia. Ketika itu, satu orang korban meninggal dunia di Jayapura.

Korban meninggal dunia tersebut merupakan 1 di antara 2 korban tsunami Jepang yang kehilangan nyawa di luar wilayah sumber bencana.

Belajar dari kejadian tersebut, BNPB meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti imbauan petugas di lapangan.

”Kita bisa lihat pengalaman di 2011 itu ada 1 korban jiwa di Jayapura. Ini satu di antara hanya 2 korban jiwa pada saat tsunami 2011 Jepang di luar Jepang-nya. Jadi, jangan sampai ini terulang, benar-benar kita waspada,” imbuhnya.

Berkaca pada pengalaman tersebut, tidak heran jika BNPB meminta masyarakat, khususnya di 10 daerah yang berpotensi terdampak tsunami meninggalkan seluruh daerah pantai.

Hal itu harus dilakukan sampai Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan dini tsunami yang sudah disampaikan sejak pagi hari ini.

”Kita kosongkan dulu daerah pantai supaya benar-benar nanti setelah peringatan dini tsunami diakhiri oleh BMKG baru kemudian masyarakat beraktivitas seperti biasa,” jelasnya. (*)

Editor : Budhi Prasetya
#Gempa Rusia #korban #bencana #Tsunami #bmkg