Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah kembali mencairkan gaji Pegawai Negeri Sipil alias PNS tepat waktu.
Per 1 Agustus 2025, gaji bulanan sudah masuk ke rekening masing-masing ASN di seluruh Indonesia.
Pencairan gaji pokok per golongan ini disesuaikan dengan masa kerja.
Gaji PNS tetap menjadi andalan utama untuk pemenuhan kebutuhan hidup bulanan, terutama di wilayah dengan Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) yang masih rendah.
Namun, seberapa cukupkah nominal gaji tersebut untuk hidup layak? Berikut penjelasan lengkapnya.
Rincian Gaji PNS per Golongan Agustus 2025
Golongan I:
Ia: Rp 1.685.700 – Rp 2.522.600
Ib: Rp 1.840.800 – Rp 2.670.700
Ic: Rp 1.918.700 – Rp 2.783.700
Id: Rp 1.999.900 – Rp 2.901.400
Golongan II:
IIa: Rp 2.184.000 – Rp 3.643.400
IIb: Rp 2.385.000 – Rp 3.797.500
IIc: Rp 2.485.900 – Rp 3.958.200
IId: Rp 2.591.100 – Rp 4.125.600
Golongan III:
IIIa: Rp 2.785.700 – Rp 4.575.200
IIIb: Rp 2.903.600 – Rp 4.768.800
IIIc: Rp 3.026.400 – Rp 4.970.500
IIId: Rp 3.154.400 – Rp 5.180.700
Golongan IV:
IVa: Rp 3.287.800 – Rp 5.399.900
IVb: Rp 3.426.900 – Rp 5.628.300
IVc: Rp 3.571.900 – Rp 5.866.400
IVd: Rp 3.723.000 – Rp 6.114.500
IVe: Rp 3.880.400 – Rp 6.373.200
Faktor yang Mempengaruhi Kecukupan Gaji PNS
1. Tunjangan Tambahan
Selain gaji pokok, PNS juga menerima tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja. Ini bisa menambah penghasilan secara signifikan.
2. Lokasi Penempatan
Biaya hidup di Jakarta atau Surabaya jauh lebih tinggi dibanding daerah seperti Pati atau Bengkulu.
Kecukupan gaji sangat bergantung pada daerah tugas.
3. Masa Kerja dan Kenaikan Berkala
Semakin lama masa kerja, semakin tinggi gaji pokok yang diterima. Ditambah lagi dengan kemungkinan promosi jabatan dan tunjangan baru.
4. Jaminan Pensiun dan Sosial
PNS juga memperoleh jaminan sosial dan pensiun. Ini menjadi nilai tambah dibanding sektor swasta.
Meskipun gaji PNS dinilai cukup untuk hidup layak di sebagian besar daerah, tantangan tetap ada.
Terutama di kota besar, di mana biaya perumahan, transportasi, dan pendidikan lebih tinggi.
Maka dari itu, kebijakan penyesuaian tunjangan dan fasilitas PNS di masa depan menjadi penting untuk menjamin kesejahteraan yang merata. (naz)
Editor : Mizan Ahsani