Jawa Pos Radar Madiun - Unjuk rasa di Pati berujung ricuh. Tuntutan agar Bupati Sudewo lengser dari jabatannya berakhir petaka.
Kabar yang beredar, sejumlah korban dinyatakan meninggal dunia dalam kegaduhan itu.
Di balik demo akibat kegeraman rencana kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB) tersebut, redaksi mencoba menelusuri weton kepala daerah yang bersangkutan itu.
Data Lahir Sudewo Menurut Kalender Jawa
Tanggal Lahir: 11 Oktober 1968
Hari Pasaran: Jumat Pahing
Mongso: Kapat (19 September – 13 Oktober)
Wuku: Sinta
Neptu Hari: Jumat = 6
Neptu Pasaran: Pahing = 9
Jumlah Neptu: 15
Makna Weton Jumat Pahing
Menurut Primbon Jawa, Jumat Pahing (neptu 15) menggambarkan pribadi yang penuh semangat, berani mengambil keputusan, dan cenderung menonjol dalam lingkungannya.
Orang dengan weton ini biasanya punya jiwa kepemimpinan, pandai mempengaruhi orang lain. Namun, juga harus waspada pada sifat keras kepala.
Rezekinya stabil namun sering naik turun. Perlu mengatur pengeluaran agar tidak boros, apalagi jika sumber pemasukan tidak tetap.
Pekerjaan yang cocok di bidang kepemimpinan, politik, pertanian skala besar, atau wirausaha.
Makna Mongso Kapat
Mongso Kapat dalam tradisi Jawa adalah musim kemarau akhir, menjelang hujan pertama.
Orang yang lahir pada mongso ini umumnya bijaksana, sabar, dan memiliki ketenangan batin.
Kelemahannya, mereka kadang terlalu lama mempertimbangkan sesuatu sebelum bertindak.
Makna Wuku Sinta
Wuku Sinta melambangkan awal perjalanan, pembelajaran, dan pengalaman baru.
Orang yang lahir di wuku ini biasanya terbuka pada ide segar, mudah beradaptasi, dan punya kemampuan membangun jaringan sosial luas.
Namun, wuku ini juga mengingatkan untuk waspada terhadap godaan dan masalah hubungan personal.
Catatan Khusus
Dalam konteks kehidupan, Sudewo sebagai politisi dan pejabat publik, kombinasi Jumat Pahing, Mongso Kapat, Wuku Sinta, menunjukkan sosok yang tangguh menghadapi rintangan.
Namun, sering menghadapi ujian kepercayaan dari lingkungan. Isu pajak bumi bangunan yang memicu tuntutan rakyat agar dia lengser bisa dilihat sebagai ujian wuku yang menguji integritas dan kesabarannya. (den)
Editor : Deni Kurniawan