Jawa Pos Radar Madiun – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, sejumlah contoh doa upacara telah disiapkan untuk mengawali kegiatan pengibaran bendera.
Doa menjadi bagian penting dalam menjaga kekhidmatan dan makna peringatan kemerdekaan.
Selain ungkapan syukur, doa-doa ini juga memohon kebaikan, keselamatan, dan persatuan bangsa.
3 Contoh Doa Sambut Kemerdekaan Indonesia
1. Doa Syukur atas Kemerdekaan
Arab:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ، الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ
Latin:
Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Allahumma sholli wasallim ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala aalihi washohbihi ajma’in.
Artinya: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya.
2. Doa Memohon Kebaikan Dunia dan Akhirat
Arab:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin:
Rabbana atina fi ad-dunya hasanah, wa fi al-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar.
Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa api neraka.
3. Doa untuk Keamanan dan Kesejahteraan Indonesia
Arab:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ بَلَدَنَا إِنْدُونِيسِيَا بَلَدًا طَيِّبًا، آمِنًا، مُطْمَئِنًّا، وَهَبْ لَنَا مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ
Latin:
Allahumma ij‘al baladana Indonesia baladan thayyiban, aminan, muthma’inna, wa hab lana min ats-tsamarati man amana billahi wa bilyawmil akhir.
Artinya: Ya Allah, jadikanlah negeri kami Indonesia sebagai negeri yang baik, aman, dan tenteram. Anugerahkanlah kepada kami rezeki dari orang-orang yang beriman kepadamu dan kepada hari akhir.
Ketiga doa ini bisa digunakan pada upacara bendera 17 Agustus di sekolah, instansi, maupun desa untuk menumbuhkan rasa syukur dan semangat persatuan.
Selain menjaga kekhidmatan acara, pembacaan doa juga menjadi momen refleksi perjuangan bangsa sekaligus pengingat pentingnya kebersamaan dalam membangun Indonesia yang lebih baik.
Editor : Ockta Prana Lagawira