Jawa Pos Radar Madiun – Nama Immanuel Ebenezer Gerungan atau akrab disapa Noel, kembali jadi sorotan publik.
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) itu terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (21/8) terkait dugaan pemerasan.
Lahir di Riau pada 22 Juli 1975, Noel meraih gelar sarjana sosial dari Universitas Satya Negara Indonesia, Jakarta Selatan, pada 2004.
Sejak lama, ia dikenal sebagai aktivis dengan gaya bicara keras dan nyentrik.
Namanya mencuat saat menjadi Ketua Jokowi Mania (JoMan), kelompok relawan yang mendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2019.
Namun, kiprahnya tidak berhenti di situ. Noel juga tercatat sebagai Ketua Relawan Prabowo Mania, menunjukkan arah politiknya yang dinamis.
Di lingkaran pemerintahan, Noel sempat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mega Eltra pada Juni 2021 hingga Maret 2022.
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada 2025.
Sepanjang kariernya, Noel kerap menuai kontroversi.
Pada Februari 2022, ia tampil sebagai saksi yang meringankan mantan Sekum FPI Munarman dalam kasus terorisme di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Langkah ini memicu perdebatan publik.
Pada Februari 2025, pernyataannya kembali membuat gaduh.
Saat ditemui di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, ia melontarkan kalimat “Mau kabur, kabur aja lah. Kalau perlu jangan balik lagi.”
Ucapan itu dianggap tidak empati oleh masyarakat dan viral dengan tagar #KaburAjaDulu di media sosial.
Kini, kontroversi terbesar dalam karier Noel datang dari KPK. Ia diamankan bersama sepuluh orang lain dalam OTT terkait dugaan pemerasan.
Meski status hukumnya masih menunggu penetapan resmi, penangkapan itu menambah daftar panjang pejabat tinggi yang terseret kasus korupsi sepanjang 2025. (naz)
Editor : Mizan Ahsani