Jawa Pos Radar Madiun - Kepolisian telah meringkus delapan orang terkait penculikan dan pembunuhan Kepala KCP BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.
Yang mengejutkan, ada sosok pengusaha besar masuk dalam daftar orang yang ditangkap polisi. Dia bahkan ditengarai sebagai otak dari kasus keji ini.
Awalnya, polisi meringkus empat orang pertama, Kamis (21/8), sehari usai peristiwa penculikan terjadi pada Rabu (20/8) lalu.
Mereka adalah AT, RS, dan RAH yang ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, serta RW yang ditangkap saat berusaha kabur melalui Bandara di Nusa Tenggara Timur.
Empat orang lainnya ditangkap pada Sabtu (23/8) lalu. Mereka yakni DH, C, YJ, dan AA.
Sosok DH ternyata adalah Dwi Hartono.
Ditangkap di Solo, dia disebut-sebut merupakan salah satu otak penculikan dan pembunuhan Ilham.
Berdasarkan penelusuran, Dwi Hartono merupakan pengusaha sukses yang kerap menghiasi pemberitaan di media massa.
Melalui akun Instagramnya, @klanhartono, Dwi juga kerap membagikan momen bersama tokoh-tokoh besar seperti pengacara ataupun mantan birokrat.
Dwi memiliki dua perusahaan, yaitu PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) yang lebih dikenal melalui platform bimbel Guruku.
Berdasarkan laman resmi Guruku.com, aplikasi tersebut bergerak di bidang pendidikan nonformal dengan layanan untuk pelajar, tenaga pendidik, hingga UMKM.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim menyebut bahwa empat tersangka yang diringkus Sabtu lalu berperan sebagai aktor intelektual penculikan sekaligus pembunuhan.
Sementara empat pelaku yang ditangkap pada Kamis merupakan eksekutor penculikan di lapangan.
Kepolisian masih belum memberi penjelasan resmi mengenai perkembangan penyidikan kasus memilukan ini. (naz)
Editor : Mizan Ahsani