Jawa Pos Radar Madiun - Nama pengusaha bimbel Guruku, Dwi Hartono, mendadak ramai dibahas pada Senin (25/8).
Pasalnya, ia diduga ikut terseret dalam kasus penculikan dan pembunuhan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Muhammad Ilham Pradipta.
Disebut polisi dengan inisial DH, dia ditangkap bersama dua orang lain, yakni YJ dan AA, di Solo pada Sabtu (23/8) malam lalu.
Sedangkan C dibekuk keesokan harinya di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara.
Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, menyebut mereka sebagai aktor intelektual penculikan sekaligus pembunuhan.
Sebelumnya, empat eksekutor lapangan sudah lebih dulu diamankan, yakni AT, RS, dan RAH di Johar Baru, Jakarta Pusat, serta RW yang ditangkap di Nusa Tenggara Timur.
Usai viral, akun IG Dwi Hartono yakni @klanhartono mendadak ramai diserbu warganet.
Di profilnya, dia menampilkan bio penuh deretan usaha, meliputi properti, perkebunan, trading, pendidikan, e-commerce, fashion, dan skincare.
Postingan terakhir yang diunggah sekitar sepekan lalu memperlihatkan dirinya tengah bermain biliar.
Namun, bukan lagi pujian atau respons biasa yang muncul. Kolom komentar dipenuhi sindiran tajam dari warganet.
“Masih sepi ig pelaku nih,” tulis akun @ikahxxxxxxxx.
“Ayok bang main. Tapi jangan bawa bodyguard orang timur,” sindir @bengkexxxxxx.
“Padahal berpendidikan tinggi, S2 UGM, tapi beneran otaknya? Jadi foundation cuma buat...,” ketus akun @zenixxxxxx.
Sebelumnya, Muhammad Ilham Pradipta diculik pada Rabu siang (20/8) di area parkir Lotte Mart, Ciracas, Jakarta Timur.
Keesokan harinya, ia ditemukan tak bernyawa dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup lakban.
Kasus ini menjadi sorotan publik lantaran melibatkan pejabat bank BUMN sebagai korban. Pun, semakin viral usai salah satu pelaku berinisial DH teridentifikasi sebagai pengusaha besar. (naz)
Editor : Mizan Ahsani