Jawa Pos Radar Madiun - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius. Data terbaru menunjukkan hampir 45 persen bansos tidak tepat sasaran
Sehingga menimbulkan keraguan terhadap efektivitas program yang seharusnya mendukung kesejahteraan masyarakat miskin. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk melakukan pembenahan besar-besaran.
Salah satu langkah strategis adalah penerapan sistem digitalisasi bansos, yang diyakini mampu meningkatkan ketepatan distribusi dan meminimalisir kesalahan data penerima.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa perbaikan sistem merupakan hasil kolaborasi lintas pihak untuk mengintegrasikan berbagai program bantuan.
Dengan adanya teknologi baru berupa aplikasi khusus, penyaluran bansos akan lebih terpantau, akurat, dan transparan.
Digitalisasi ini juga dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat agar bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak.
Pemerintah optimistis langkah ini tidak hanya memperbaiki sistem distribusi, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap program perlindungan sosial.
Jika berjalan sesuai rencana, transformasi digital bansos akan menjadi fondasi penting dalam mengurangi ketimpangan dan mendorong kesejahteraan masyarakat secara lebih merata.
(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun