JAWA POS RADAR MADIUN - Gelombang unjuk rasa yang terjadi sejak akhir Agustus 2025 memberi duka mendalam.
Hingga (1/9/2025), tercatat delapan orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara puluhan lainnya mengalami luka akibat bentrokan dan kericuhan di berbagai daerah.
Awal Luka dari Jakarta
Tragedi bermula ketika pengemudi ojek online, Affan Kurniawan (21), tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi pecah di Jakarta.
Peristiwa itu menjadi pemantik amarah, memicu aksi lanjutan di sejumlah daerah dengan skala lebih besar.
Makassar Jadi Titik Terparah
Kota Makassar mencatat korban paling banyak. Kantor DPRD Makassar yang dibakar massa menyebabkan tiga pegawai terjebak dan meninggal. Yaitu, Sarinawati (26), Saiful Akbar (43), dan M. Akbar Basri (26).
Selain itu, Budi Haryadi (30), anggota Satpol PP, juga meninggal dunia. Tragedi bertambah ketika seorang driver ojek online, Rusmadiansyah (26), tewas dikeroyok massa setelah dituding intel. Total, ada lima korban jiwa di Makassar.
Solo dan Yogyakarta Tak Luput
Di Surakarta, seorang tukang becak bernama Sumari (60) meninggal dunia. Ia diduga menjadi korban tembakan gas air mata saat kericuhan.
Sementara di Yogyakarta atau Jogja, mahasiswa Universitas Amikom, Rheza Sendy Pratama (21), meninggal.
Kondisinya, tubuh penuh luka memar dan bekas injakan sepatu setelah mengikuti aksi pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Duka Nasional
Tragedi delapan korban jiwa ini mengguncang nurani publik. Dari ojek online, pegawai negeri, aparat, mahasiswa, hingga tukang becak, semua jadi korban.
Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mewakili pemerintah, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya para korban.
Namun bagi keluarga yang ditinggalkan, luka itu tentu tidak akan mudah terhapus. (den)
Editor : Deni Kurniawan