Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sinta Nuriyah Menangis saat Peluk Ibu Delpedro Marhaen, Ajukan Jadi Penjamin Para Aktivis yang Ditahan

Mizan Ahsani • Rabu, 24 September 2025 | 00:11 WIB
Sinta Nuriyah, istri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak kuasa menahan tangis saat memeluk ibu Delpedro Marhaen, aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa,
Sinta Nuriyah, istri Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tak kuasa menahan tangis saat memeluk ibu Delpedro Marhaen, aktivis yang ditahan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa,

Jawa Pos Radar Madiun - Momen haru terjadi saat Sinta Nuriyah, istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), memeluk ibu aktivis Delpedro Marhaen, Magda Antista, di Polda Metro Jaya, Selasa (23/9).

Tangis Sinta pecah melihat kesedihan Magda yang anaknya masih ditahan.

Sinta meminta Magda tetap tabah mendampingi Delpedro yang kini berstatus tersangka kasus penghasutan.

“Sabar ya Bu, ini semua ujian. Kita doakan yang terbaik,” ucap Sinta singkat sambil memeluk Magda.

Kedatangan Sinta merupakan bagian dari rombongan Gerakan Nurani Bangsa (GNB), sebuah gerakan etis dan non-partisan yang dipimpin sejumlah tokoh bangsa.

Mereka mendatangi Polda Metro Jaya untuk membesuk para aktivis yang ditahan usai unjuk rasa akhir Agustus 2025.

Usai menjenguk, Sinta menyampaikan sikap GNB. “Kami prihatin dengan penahanan-penahanan seperti ini. Mereka adalah anak-anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan negara ini, bebas bersuara dan berpendapat,” ujarnya kepada wartawan.

Menurutnya, penahanan terhadap Delpedro Marhaen (Direktur Lokataru Foundation), Muzaffar Salim (staf Lokataru), Syahdan Husein (admin Gejayan Memanggil), Khariq Anhar (admin Aliansi Mahasiswa Penggugat), RAP, dan Figha Lesmana adalah bentuk kesalahpahaman.

“Mungkin ada satu dua kata yang melenceng sehingga mereka diperlakukan seperti ini. Kami datang untuk meluruskan semuanya dan mendorong agar mereka dibebaskan,” tegas Sinta.

Rombongan GNB diterima langsung oleh Kapolda Metro Jaya dan Wakapolda di Gedung Promoter, Jakarta Selatan.

Pertemuan berlangsung tertutup sebelum rombongan membesuk para aktivis di ruang tahanan.

Selain Sinta, hadir pula tokoh GNB lainnya, seperti Lukman Hakim (eks Menteri Agama), Karlina R Supelli (filsuf), Erry Riyana Hardjapamekas (eks pimpinan KPK), Inaya Wahid, Gomar Gultom (eks Ketua PGI), Komaruddin Hidayat (akademisi), dan Beka Ulung Hapsara.

Sinta Nuriyah, bersama sejumlah tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) siap menjadi penjamin penangguhan penahanan Delpedro Marhaen dan kawan-kawan.

Pernyataan itu mereka sampaikan setelah membesuk Delpedro Marhaen dan sejumlah aktivis lain yang ditahan di Polda Metro Jaya.

"Kaitannya dengan penjamin, ya, kami sudah bersepakat dari Gerakan Nurani Bangsa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya penangguhan itu. Jadi, poinnya kami bersedia untuk menjadi penjamin," kata tokoh GNB Lukman Hakim.

Dia pun menegaskan GNB tidak akan mengintervensi proses hukum yang dijalani oleh kepolisian terkait para aktivis yang sudah ditetapkan menjadi tersangka penghasutan aksi yang berakhir ricuh di Jakarta pada Agustus 2025 lalu. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ditahan #demo #unjuk rasa #Polda Metro Jaya #aktivis #sinta nuriyah #Gus Dur #Delpedro Marhaen