Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Daftar Bakteri Penyebab Keracunan MBG Versi BGN, Kasus Terbaru Dialami Puluhan Siswa SMKN 1 Sine Ngawi

Mizan Ahsani • Kamis, 2 Oktober 2025 | 16:11 WIB
Bupati Ngawi memastikan hasil uji laboratorium yang menyebut dua menu MBG SPPG Kawu positif bakteri nitrit dan menjadi penyebab keracunan siswa.
Bupati Ngawi memastikan hasil uji laboratorium yang menyebut dua menu MBG SPPG Kawu positif bakteri nitrit dan menjadi penyebab keracunan siswa.

Jawa Pos Radar Madiun - Kasus keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat.

Di Ngawi, lebih dari 51 siswa SMKN 1 Sine mengalami pusing, mual, hingga diare. Bahkan ada yang sampai jatuh pingsan pada Rabu (1/10).

Sehari sebelumnya, mereka menyantap menu ayam lada hitam, tempe krispi, buah, serta sayuran campur brokoli, wortel, dan kacang koro.

Dinkes setempat masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kasus keracunan di sekolah tersebut.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengumumkan hasil investigasi sementara terkait penyebab keracunan MBG di berbagai daerah.

Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyatakan bahwa pihaknya membentuk dua tim investigasi.

Di antaranya tim internal bersama Polri, BIN, BPOM, Dinas Kesehatan, dan pemda setempat, serta tim independen berisi pakar kimia, farmasi, dan kuliner.

“Investigasi ini melibatkan berbagai disiplin agar bisa mengungkap penyebab keracunan secara komprehensif,” ujarnya, Senin (29/9) lalu.

Bakteri Penyebab Keracunan MBG

Hasil kajian BGN mengungkap sejumlah bakteri berbahaya yang kerap menjadi penyebab keracunan massal MBG sepanjang Januari hingga September 2025.

Di antaranya E. Coli, yang sering ditemukan pada air, nasi, tahu, hingga olahan ayam.

Selain itu bakteri Staphylococcus Aureus (teridentifikasi pada tempe dan bakso) dan Salmonella (banyak ditemukan pada ayam, telur, dan sayuran).

Juga ada jenis bakteri lain, di antaranya Bacillus Cereus yang biasanya terdapat pada mie, serta Coliform, PB, dan Klebsiella yang umumnya ditemukan pada air.

BGN mencatat ada 70 kasus keracunan MBG di seluruh Indonesia sepanjang 2025.

Sebanyak 5.914 penerima program terdampak, dengan sebaran kasus Sumatera 9 kasus dan 1.307 korban.

Sementara itu, di Jawa ada 41 kasus dengan 3.610 korban.

Adapun Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, Nusa Tenggara sejumlah 20 kasus dan 997 korban.

“Penyebabnya bukan hanya soal SOP distribusi makanan, tapi juga faktor kebersihan, air, bahan baku, hingga pengolahan yang tidak sesuai standar higienis,” tegas Nanik.

Kasus terbaru di Ngawi menambah daftar panjang persoalan MBG.

Pemerintah dituntut mampu memperbaiki program berskala besar ini agar manfaat yang diharapkan bisa tercapai. (naz)

 

Editor : Mizan Ahsani
#bakteri #Makan Bergizi Gratis #siswa keracunan #menu #ngawi #penyebab #smkn 1 sine #madiun #ayam lada hitam #keracunan mbg #BGN