Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Agama Nasaruddin Umar mendapatkan pengakuan atas kinerja dan prestasinya.
Berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia, ia menempati posisi teratas sebagai pejabat setingkat menteri dengan tingkat kepuasan publik tertinggi di Kabinet Merah Putih.
Temuan tersebut merupakan bagian dari survei bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran” yang dirilis Minggu (19/10).
Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Nasaruddin mencapai 65,7 persen, terdiri dari 10,8 persen sangat puas dan 54,9 persen cukup puas.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda AR menyebutkan, capaian itu menempatkan Nasaruddin di posisi pertama.
Posisi kedua dan ketiga diisi Menpora Erick Thohir (63,5 persen) dan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (61,2 persen).
“Sepuluh besar pejabat dengan apresiasi tertinggi menempatkan Menteri Agama di urutan pertama,” ujar Hanta dalam pemaparannya di kanal YouTube Poltracking TV.
10 Menteri dengan Kepuasan Publik Tertinggi (Poltracking, 3–10 Oktober 2025):
Menteri Agama Nasaruddin Umar – 65,7 persen
Menpora Erick Thohir – 63,5 persen
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa – 61,2 persen
Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono – 61 persen
Panglima TNI Agus Subiyanto – 60,2 persen
Menkes Budi Gunadi Sadikin – 58,3 persen
Seskab Teddy Indra Wijaya – 58,1 persen
Menko Pangan Zulkifli Hasan – 56,2 persen
Jaksa Agung ST Burhanuddin – 56,2 persen
Menpera Maruarar Sirait – 56,2 persen
Publik Nilai Kemenag Berhasil Jaga Kerukunan
Hanta menjelaskan, tingginya apresiasi publik terhadap Menteri Agama berkorelasi dengan capaian pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Itu menjadi aspek dengan tingkat kepuasan tertinggi dari seluruh bidang.
Survei Poltracking mencatat, 86,7 persen responden menilai program kerukunan antarumat berjalan baik, disusul keberagaman (80,2 persen), dan persatuan bangsa (77,1 persen).
“Keberhasilan paling tinggi menurut publik ada pada aspek kerukunan, menjaga keagamaan, serta persatuan dan kesatuan,” jelas Hanta.
Selain itu, sektor pendidikan terjangkau (76,8 persen) dan kesehatan terjangkau (76 persen) juga masuk dalam lima besar keberhasilan pemerintahan tahun pertama Prabowo-Gibran.
Hanta menambahkan, meski publik menilai kinerja pemerintahan berjalan positif, masih ada pekerjaan rumah besar di bidang penciptaan lapangan kerja dan pengurangan pengangguran.
Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan
Lebih lanjut, Hanta menilai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri tidak hanya ditentukan oleh kinerja teknokratis, tetapi juga oleh kemampuan komunikasi publik.
“Sebagus apapun kinerja seorang menteri, bila tidak dikomunikasikan dengan baik kepada publik, maka tidak akan berpengaruh signifikan terhadap persepsi masyarakat,” terangnya.
Ia menegaskan, kombinasi antara profesionalisme kerja dan komunikasi publik yang efektif menjadi faktor utama yang membentuk kepercayaan publik terhadap setiap kementerian. (naz)
Editor : Mizan Ahsani