Jawa Pos Radar Madiun – Dunia pewayangan Indonesia kembali berduka. Maestro dalang kulit purwa Ki Anom Suroto tutup usia dunia pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Mendiang dikabarkan meninggal karena menderita sakit jantung. Beliau menghembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan intensif di RS dr. Oen, Surakarta.
Kiprahnya sebagai dalang wayang kulit tak perlu dipertanyakan lagi. Berbagai lakon wayang telah dipentaskannya di lima benua.
Berikut fakta dan sisik melik kehidupan Ki Anom Suroto sebagai sosok yang tak lepas dari tradisi dan budaya Jawa.
Keluarga
Di lingkup keluarga, Ki Anom Suroto merupakan putra Ki Sadiyun Hardjodarsono yang juga dalang. Memiliki adik bernama Ki Warseno Slank, juga dalang. Begitu pula anaknya, Ki Bayu Aji, dalang yang tak kalah kondang.
Karier Dalang
Ki Anom Suroto mengawali karier dalang sejak usia 12 tahun. Dia belajar dari sang ayah. Juga belajar di beberapa kursus pedalangan. Debutnya, mendalang di RRI pada 1968.
Dalang Sarat Prestasi dan Penghargaan
Ki Anom Suroto punya prestasi mentereng. Dia merupakan dalang pertama Indonesia yang pernah mendalang di lima benua. Di antaranya, AS, Rusia, Spanyol, Jepang, dan Thailand. Dia diganjar penghargaan Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden Soeharto.
Karya Gending
Ki Anom Suroto memiliki sederet karya Gending Jawa yang digubah semasa hidupnya. Meliputi, Mas Sopir, Berseri, Nandur Ngunduh, dan Salisir.
Karya Lakon Wayang
Selama mendalang, Ki Anom Suroto juga menggarap lakon wayang kulit. Dia menulis lakon sendiri seperti Semar Mbangun Kahyangan, Anoman Maneges, Wahyu Tejamaya, dan Wahyu Kembar. (den)
Editor : Deni Kurniawan