Jawa Pos Radar Madiun - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang bertepatan dengan HUT ke-61 Partai Golkar berlangsung penuh kehangatan dan tawa.
Acara religius yang digelar keluarga besar Golkar itu diisi dengan tausiah dari pendiri Majelis Taklim Sabilu Taubah, Gus Iqdam Kholid, yang sukses mencairkan suasana.
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa penyelenggaraan Maulid Nabi memiliki makna mendalam bagi partainya.
Menurutnya, Golkar ingin meneladani empat sifat Rasulullah SAW yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, dalam menjalankan roda organisasi.
“Kalau partai tidak cerdas dan komunikatif, maka akan sulit memperjuangkan aspirasi rakyat. Golkar hadir di tengah masyarakat untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujar Bahlil.
Momen Jenaka Saat Gus Iqdam Puji Bahlil
Dalam ceramahnya, Gus Iqdam memuji langkah Golkar yang menggelar kegiatan religius di tengah momentum politik.
Ia menilai kegiatan semacam ini menunjukkan keseimbangan antara spiritualitas dan tanggung jawab sosial.
Namun yang paling menarik, Gus Iqdam sempat melontarkan candaan spontan kepada ketum Golkar yang juga menjabat menteri ESDM itu.
Candaan itu langsung disambut tawa jemaah.
“Luar biasa ini acaranya, di gedungnya Masya Allah megah. Saya lihat semangatnya luar biasa. Ketumnya semangat, padahal saya yakin beliau pasti sibuk. Jabatannya banyak gitu. Saya aja pusing lihat jabatannya,” ucap Gus Iqdam sambil tersenyum.
“Tapi saya yakin saldonya banyak juga ini. Padahal dia repot tapi masih sempat datang. Hebat,” lanjutnya disambut tepuk tangan.
Candaan ringan itu membuat suasana acara semakin cair tanpa mengurangi kekhidmatan peringatan Maulid.
Di akhir tausiah, Gus Iqdam mendoakan agar Partai Golkar semakin dicintai dan dipercaya rakyat Indonesia di usia ke-61 tahun.
“Partai besar seperti Golkar yang mengadakan Maulid Nabi, ini sangat luar biasa. Semoga Golkar selalu diberi keberkahan dan makin dekat dengan rakyat,” ujarnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani