Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

4 Pelatih Top Dunia Siap Gantikan Eduardo Perez di Persebaya Surabaya? Dari Bernardo Tavares hingga Thomas Doll, Nama-Namanya Bikin Heboh!

Sukma Maharani Putri • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:06 WIB

 

Coach Eduardo Perez bersama jajaran ofisial.
Coach Eduardo Perez bersama jajaran ofisial.

Jawa Pos Radar Madiun - Performa Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026 tengah menjadi sorotan tajam.

Dalam lima laga terakhir, tim berjuluk Green Force itu hanya meraih satu kemenangan saat menghadapi Semen Padang pada 19 September 2025.

Empat laga lainnya berakhir dengan dua hasil imbang (melawan PSBS Biak dan Dewa United) serta dua kekalahan pahit dari Persib Bandung dan Persija Jakarta.

Situasi ini membuat masa depan pelatih Eduardo Perez asal Spanyol kian tidak pasti.

Dukungan Bonek mulai menipis, dan banyak yang menuntut perubahan di kursi pelatih demi menyelamatkan musim Persebaya.

Jika manajemen benar-benar memutuskan berpisah dengan Perez, empat pelatih top dunia kini disebut-sebut siap mengisi posisi strategis tersebut.

1. Bernardo Tavares: Arsitek Juara yang Disiplin dan Visioner

Bernardo Tavares menjadi kandidat paling kuat di mata Bonek.

Pelatih asal Portugal ini sukses membawa PSM Makassar menjuarai Super League 2022/2023 dan menembus semifinal AFC Cup zona ASEAN.

Selain sukses di Indonesia, Bernardo juga berprestasi di luar negeri, termasuk juara Maldivian League (2016/2017) dan Macao League (2017/2018).

Gaya kepemimpinan yang tegas, fokus taktik, dan pembentukan mental juara membuatnya dianggap paling ideal membangkitkan kembali Green Force.

Baca Juga: Pemkot Madiun Siapkan Sumur Artesis Atasi Krisis Air Saat Kemarau

2. Gilbert Agius: Si Pekerja Keras dari Malta

Nama Gilbert Agius sempat melejit bersama PSIS Semarang.

Di bawah arahannya, PSIS mampu tampil menjanjikan dan finis di peringkat enam Super League 2023/2024.

Meski sempat menghadapi krisis finansial di musim berikutnya, Agius tetap profesional dengan 73 laga, 23 kemenangan, dan 15 hasil imbang.

Ia dikenal punya karakter pekerja keras dan dekat dengan pemain muda, kualitas yang bisa membantu memulihkan keharmonisan ruang ganti Persebaya.

3. Robert Rene Alberts: Sang Guru Sepak Bola Indonesia

Robert Alberts adalah sosok legendaris di dunia sepak bola Indonesia.

Pelatih asal Belanda ini pernah membawa Arema menjuarai Indonesia Super League 2009/2010, dan juga sukses bersama PSM Makassar serta Persib Bandung.

Robert dikenal tegas, fokus pada hasil, dan mampu menjaga keseimbangan antara pemain lokal dan asing.

Dengan pengalaman panjangnya, ia bisa menjadi pilihan realistis bagi manajemen Persebaya yang membutuhkan kestabilan.

4. Thomas Doll: Strategi Modern ala Jerman

Nama Thomas Doll juga masuk dalam radar.

Mantan pelatih Persija Jakarta ini dikenal dengan gaya menyerang cepat dan disiplin khas Eropa.

Selama dua musim di Persija, Doll mencatat 31 kemenangan dari 68 laga dan membawa Macan Kemayoran finis di posisi kedua Liga 1 2022/2023.

Dengan pengalaman melatih klub besar seperti Borussia Dortmund dan Hamburger SV, Doll bisa menghadirkan sentuhan modern dan membangun kembali semangat juang Green Force.

Siapa yang Paling Cocok Pimpin Green Force?

Empat kandidat ini punya gaya dan karakter berbeda:

Kini bola panas ada di tangan manajemen Persebaya.

Apakah mereka akan bertahan dengan Eduardo Perez, atau membuka lembaran baru bersama pelatih top dunia?

Satu hal yang pasti, Bonek hanya ingin melihat Green Force kembali bangkit, berani, dan disegani di Super League 2025/2026. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#gilbert agius #Persebaya Surabaya #Bernardo Tavares #eduardo perez #robert alberts #Persebaya #green force #thomas doll #Liga 1 2025