Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh, Belum Pastikan Akan Panggil Jokowi

Sukma Maharani Putri • Kamis, 30 Oktober 2025 | 21:13 WIB

 

Penyelidikan dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung oleh KPK sudah berjalan sejak awal 2025.
Penyelidikan dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh Jakarta-Bandung oleh KPK sudah berjalan sejak awal 2025.

Jawa Pos Radar Madiun - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh masih terus berjalan.

Kasus ini telah masuk tahap penyelidikan sejak awal 2025 dan kini masih berprogres.

Meski demikian, KPK belum memastikan apakah akan memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), mantan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, dan mantan Menko Polhukam Mahfud MD untuk dimintai keterangan dalam proses penyelidikan tersebut.

“Kita fokus dulu, ini penyelidikan masih berprogres. Jadi secara detail substansinya, pihak yang dimintai keterangan dan materinya belum bisa kami sampaikan,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (17/10).

Penyelidikan Dugaan Markup Proyek Strategis Nasional

KPK diketahui tengah menelusuri dugaan praktik markup atau pembengkakan anggaran dalam proyek strategis nasional Kereta Cepat Whoosh.

Dugaan ini mencuat setelah pernyataan Mahfud MD dalam kanal YouTube pribadinya, yang menyoroti perbedaan besar biaya pembangunan antara proyek di Indonesia dan Tiongkok.

Mahfud menyebut, biaya per kilometer proyek Whoosh mencapai USD 52 juta, sementara di Tiongkok hanya sekitar USD 17–18 juta per kilometer, atau hampir tiga kali lipat lebih tinggi.

“Nanti kita akan melihat kebutuhan proses penyelidikan perkara ini,” kata Budi saat ditanya kemungkinan pemanggilan Mahfud MD untuk memberikan keterangan.

KPK Masih Tutup Detail Penyelidikan

Budi menegaskan, penyelidikan masih bersifat tertutup, sehingga KPK belum dapat membeberkan daftar nama pihak yang akan atau telah dimintai keterangan.

Namun ia memastikan, semua pihak yang memiliki informasi atau keterlibatan akan dipanggil bila dibutuhkan.

“KPK sangat terbuka kepada siapa pun yang memiliki informasi, data, atau keterangan terkait perkara ini. Silakan menyampaikan kepada KPK,” ujarnya.

Budi juga mengingatkan bahwa masyarakat bisa mengirimkan laporan atau informasi tambahan melalui kanal resmi KPK, seperti email pengaduan@kpk.go.id, website resmi, dan saluran pengaduan lainnya.

Publik Tunggu Langkah Tegas KPK

Kasus dugaan korupsi proyek Kereta Cepat Whoosh kini menjadi sorotan publik nasional.

Proyek yang sempat dibanggakan pemerintah era Jokowi ini menelan biaya triliunan rupiah dan menjadi simbol ambisi modernisasi transportasi Indonesia.

Publik kini menunggu langkah tegas dari KPK dalam menuntaskan penyelidikan.

Apakah tokoh-tokoh besar seperti Jokowi, Luhut, dan Mahfud MD akan dimintai keterangan demi mengungkap fakta di balik proyek yang menuai kontroversi tersebut. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Kereta Cepat Whoosh #Luhut Binsa Pandjaitan #KCJB #Mahfud MD #jokowi #kpk