Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Profil Abdul Wahid, Gubernur Riau Muda yang Diperiksa KPK Usai OTT Dinas PUPR

Mizan Ahsani • Selasa, 4 November 2025 | 18:50 WIB
Abdul Wahid, Gubernur Riau
Abdul Wahid, Gubernur Riau

Jawa Pos Radar Madiun - Nama Gubernur Riau, Abdul Wahid, tengah menjadi perhatian publik usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Dinas PUPR Riau pada 3 November 2025.

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.

Meski begitu, pihak Pemerintah Provinsi Riau menegaskan bahwa Abdul Wahid tidak ditangkap, melainkan dimintai keterangan terkait proses penyelidikan kasus tersebut.

Pemerintah provinsi menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada KPK untuk memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

Profil Abdul Wahid

Abdul Wahid merupakan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang baru menjabat sebagai Gubernur Riau sejak Februari 2025.

Sebelum itu, ia dikenal sebagai anggota DPR RI yang aktif menyuarakan isu pendidikan dan pembangunan daerah. Karier politiknya melesat cepat.

Lahir di Indragiri Hilir, Riau, 21 November 1980, ia menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim dan melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Riau.

Sejak masa kuliah, Wahid dikenal aktif dalam organisasi mahasiswa, termasuk Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Dari dunia organisasi, Wahid melangkah ke dunia politik dan bergabung dengan PKB. Ia pernah duduk di kursi DPRD Riau (2009–2019), sebelum akhirnya terpilih menjadi anggota DPR RI untuk periode 2019–2024.

Pada Pilkada 2024, ia memutuskan mundur dari DPR dan maju sebagai calon gubernur Riau.

Keputusannya berbuah hasil ia menang bersama pasangannya SF Hariyanto dan resmi menjabat pada awal 2025.

Dikenal Religius dan Dekat dengan Masyarakat

Sebagai pemimpin daerah, Abdul Wahid dikenal rendah hati dan terbuka terhadap kritik. Ia kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat dan keagamaan, terutama di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

Selain aktif di politik, Wahid juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia tercatat sebagai Direktur PT Malay Nusantara Cipta sejak 2002.

Keterlibatannya di sektor bisnis membuatnya paham soal pembangunan ekonomi daerah.

Kepemimpinannya mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, petani, hingga kalangan muda yang melihatnya sebagai sosok pemimpin yang progresif.

Kasus OTT dan Dampaknya pada Citra Kepemimpinan

Namun, karier cemerlang Wahid kini menghadapi ujian berat. Kasus OTT KPK di lingkungan Dinas PUPR Riau menyeret namanya ke dalam pusaran isu dugaan korupsi.

Meski belum ada status hukum yang ditetapkan, kabar pemeriksaannya langsung menjadi trending di media sosial dan memicu berbagai spekulasi publik.

Kendati demikian, sumber internal menyebut bahwa Wahid bersikap kooperatif dan siap membantu proses penyelidikan KPK agar kasus ini dapat terungkap secara transparan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa integritas pejabat publik akan selalu menjadi sorotan, terlebih bagi sosok muda seperti Abdul Wahid yang baru memulai kiprah sebagai kepala daerah.

(*/naz)
Penulis: Indah Fitri Nugraheni/Politeknik Negeri Madiun

DAPAT PENGHARGAAN – Direktur Radar Kudus Baehaqi menyerahkan penghargaan Radar Kudus Award Tahun 2025 kpd Kapolres Grobogan diwakili Plt Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Arif Suryanto di Pendopo Blora
DAPAT PENGHARGAAN – Direktur Radar Kudus Baehaqi menyerahkan penghargaan Radar Kudus Award Tahun 2025 kpd Kapolres Grobogan diwakili Plt Kasi Humas Polres Grobogan Ipda Arif Suryanto di Pendopo Blora
Editor : Mizan Ahsani
#Abdul Wahid #gubernur riau #Penjabat Daerah #korupsi #dinas pupr riau #kpk #OTT Riau #politik