Jawa Pos Radar Lawu — Warga Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, mendadak panik saat seekor buaya raksasa sepanjang tujuh meter muncul di dekat permukiman.
Hewan predator tersebut terlihat berenang di parit kecil yang terhubung langsung dengan rumah warga, membuat suasana desa mendadak mencekam.
Warga Nekat Tangkap Buaya Pakai Tali dan Bambu
Tanpa menunggu kedatangan petugas, sejumlah warga nekat melakukan aksi berani dengan menangkap buaya tersebut menggunakan tali besar dan batang bambu.
Proses penangkapan berlangsung tegang karena buaya sempat berontak hebat dan melawan saat hendak diamankan.
“Benar, warga berhasil menangkap buaya yang panjangnya sekitar tujuh meter,” ujar Sekretaris Desa Sungai Undan, M. Safrizal, dikutip dari Riau Pos (Jawa Pos Group), Minggu (2/11).
Dievakuasi dan Diamankan ke Tempat Khusus
Setelah berhasil dijinakkan, tubuh buaya diikat kuat menggunakan tali besar agar tidak lepas.
Hewan buas itu kemudian diamankan sementara di lokasi aman sambil menunggu kedatangan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Menurut Safrizal, pihak BKSDA akan segera mengevakuasi buaya tersebut ke habitat yang lebih sesuai agar tidak lagi membahayakan warga.
Warga Diminta Waspada dan Tak Bertindak Sendiri
Safrizal mengingatkan seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai dan parit, terutama di wilayah yang masih terhubung dengan aliran air alami.
“Kami minta warga tetap berhati-hati, jangan sampai ada korban yang diserang buaya,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, warga sebaiknya tidak menangani sendiri jika menemukan buaya atau satwa liar lainnya, tetapi segera melapor ke aparat desa atau petugas BKSDA agar evakuasi bisa dilakukan secara aman.
Konflik Manusia dan Satwa di Riau Kian Sering Terjadi
Peristiwa ini menambah daftar panjang konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan pesisir Riau, yang dikenal sebagai habitat alami buaya muara.
BKSDA terus mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga jarak dari area rawan satwa buas, guna mencegah insiden serupa terulang. (fin)
Editor : AA Arsyadani