Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ki Bayu Aji, Penerus Ki Anom Suroto yang Teguh Menjaga Pakem dan Warisan Wayang Gaya Surakarta

Satrio Jati • Sabtu, 8 November 2025 | 04:22 WIB
Ki Bayu Aji menangis saat pagelaran wayang kulit Hari Jadi Magetan.
Ki Bayu Aji menangis saat pagelaran wayang kulit Hari Jadi Magetan.

Jawa Pos Radar Madiun – Warisan besar maestro dalang Ki Anom Suroto kini diteruskan oleh anak-anaknya, terutama Muhammad Pamungkas Prasetyo atau yang dikenal dengan Ki Bayu Aji.

Semasa hidupnya, Ki Anom berpesan agar anak-anaknya menjaga marwah dunia pedalangan, melanjutkan perjuangan sang maestro tanpa meninggalkan paugeran (aturan baku) yang menjadi ruh pakeliran klasik.

Ki Bayu Aji dikenal sebagai dalang muda berprestasi yang mewarisi darah seni sekaligus semangat pembaruan dari ayahnya.

Ia kini juga melanjutkan tradisi Rebo Legen, forum seni dan pendadaran dalang muda yang digagas Ki Anom Suroto sebagai ruang belajar dan pelestarian seni pedalangan.

Sejak kecil, Bayu Aji tumbuh di tengah irama gamelan dan lantunan sulukan.

Dari lingkungan itulah karakter pementasannya terbentuk. Berakar kuat pada filosofi klasik namun terbuka terhadap inovasi.

Rekaman lama menunjukkan keahliannya dalam sabetan (gerak wayang) sejak usia 10 tahun, bahkan sudah tampil memukau di panggung besar sekitar tahun 1995–1996.

Kiprah Ki Bayu Aji pun tak berhenti di pentas lokal.

Ia mengharumkan nama Indonesia melalui berbagai ajang bergengsi, di antaranya Juara Lomba Dalang Nasional (2005), Juara Dalang Internasional di Singapura (2010), dan penghargaan seni dari Kemendikbud (2014).

Dalam setiap pentasnya, ia tetap menampilkan gaya khas Anom Suroto, memadukan keklasikan dengan sentuhan modern tanpa mengaburkan pakem.

Baginya, wayang bukan sekadar hiburan, tetapi media komunikasi dan refleksi sosial yang relevan di setiap zaman.

Mengikuti jejak ayahnya, Ki Bayu Aji juga kerap berkolaborasi dengan dalang lain dan menghadirkan bintang tamu populer untuk menjangkau penonton lebih luas, sekaligus menjaga agar seni pedalangan tetap hidup di tengah masyarakat modern. (rio/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#dalang #KI BAYU AJI #Ki Anom Sucondro #wayang