Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Keraton Solo Dipimpin Gen Z: Ini Profil KHPAA Hamangkunegoro, Raja Bergelar Paku Buwono XIV

Elin Restiyani • Minggu, 9 November 2025 | 01:40 WIB
Penobatan KHPAA Hamangkunegoro sebagai Raja Keraton Surakarta bergelar Paku Buwono XIV.
Penobatan KHPAA Hamangkunegoro sebagai Raja Keraton Surakarta bergelar Paku Buwono XIV.

Jawa Pos Radar Madiun – Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat resmi memiliki raja baru setelah wafatnya Sri Susuhunan Paku Buwono XIII pada 2 November lalu.

Putra mahkota Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram kini naik takhta dengan gelar Paku Buwono XIV (PB XIV).

Penobatan ini menandai babak baru dalam sejarah panjang Keraton Solo, dipimpin oleh sosok muda dari generasi Z alias Gen Z.

PB XIV lahir di Surakarta, 26 September 2002. Di usia 23 tahun, ia menjadi salah satu pemimpin termuda dalam sejarah kerajaan-kerajaan Jawa.

Secara akademis, PB XIV dikenal berprestasi.

Ia menempuh pendidikan di Semesta Bilingual Boarding School Semarang, melanjutkan studi hukum di Universitas Diponegoro (Undip).

Kini, Hamangukenogoro tengah menempuh pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Sejak kecil, PB XIV akrab dengan alam dan budaya. Ia kerap diajak mendaki gunung oleh ayahandanya dan aktif melestarikan kesenian wayang orang serta gamelan.

Baca Juga: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Kena OTT KPK, Akun TikTok Jian Ayune Anak Sugiri Mendadak Nonaktif

Penobatan di Tengah Dinamika Internal

Prosesi penobatan PB XIV digelar pada 5 November 2025 di kompleks Keraton Surakarta.

Acara berlangsung khidmat dan sederhana, dihadiri keluarga besar keraton, abdi dalem, serta tokoh masyarakat Solo.

Namun, di balik kemegahan prosesi adat itu, dinamika internal keluarga keraton sempat mencuat.

Kanjeng Gusti Panembahan Tedjowulan, adik beda ibu dari mendiang Paku Buwono XIII, sempat menyebut dirinya sebagai pelaksana tugas (Plt) raja.

Ia berpendapat bahwa pengangkatan raja definitif sebaiknya dilakukan setelah masa hening adat selesai.

Tedjowulan mengacu pada SK Mendagri Nomor 430-2933 Tahun 2017, yang menyebut dirinya mendampingi Paku Buwono XIII dalam pengelolaan Keraton Surakarta.

Meski demikian, mayoritas keluarga dan abdi dalem tetap mendukung penobatan PB XIV sebagai penerus sah tahta Kasunanan.

Baca Juga: Pimpinan KPK Kenang Antasari Azhar: Sosok Tangguh dan Berintegritas dalam Pemberantasan Korupsi

Ikrar Naik Tahta di Tengah Duka

Momen bersejarah penobatan PB XIV berawal dari pidato pelepasan jenazah ayahandanya pada 5 November.

Dengan suara tegas, ia membacakan ikrar naik tahta di hadapan keluarga dan abdi dalem.

“Saya, KGPAA Hamangkunegoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun Dal 1959 atau 5 November 2025, naik tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan SISKS Paku Buwono XIV,” ujarnya.

Sebelumnya, GKR Timoer Rumbai, putri tertua Paku Buwono XIII, telah menegaskan bahwa sang ayah telah menunjuk dan melantik KGPAA Hamangkunegoro sebagai putra mahkota.

“Saya harus pertegas, Sinuhun sudah menunjuk dan melantik putra mahkota,” ujar GKR Timoer.

Penobatan PB XIV pun menjadi simbol keberlanjutan dinasti Mataram di era modern.

Sosok muda ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya klasik dan relevansi Keraton Solo di tengah masyarakat masa kini. (eln/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#Raja baru Keraton Solo #solo #keraton solo #Gen Z #undip #ugm #raja #Hamangkunegoro #keraton surakarta #Paku Buwono XIV