Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Rahmah El Yunusiyyah, Pendiri Pesantren Putri Pertama di Asia Tenggara yang Ditetapkan Jadi Pahlawan Nasional

AA Arsyadani • Selasa, 11 November 2025 | 00:26 WIB

 

 

 

Rahmah El Yunusiyyah, pendiri pesantren putri pertama di Asia Tenggara, kini resmi menjadi Pahlawan Nasional. Sosok visioner yang mengubah wajah pendidikan perempuan Indonesia.
Rahmah El Yunusiyyah, pendiri pesantren putri pertama di Asia Tenggara, kini resmi menjadi Pahlawan Nasional. Sosok visioner yang mengubah wajah pendidikan perempuan Indonesia.

Jawa Pos Radar Madiun - Rahmah El Yunusiyyah, tokoh pendidikan asal Padang Panjang, Sumatera Barat, resmi ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

Penetapan ini dituangkan dalam Keppres Nomor 116/TK/Tahun 2025 sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya dalam memajukan pendidikan perempuan di Indonesia.

Dalam upacara peringatan Hari Pahlawan, Presiden Prabowo mengajak masyarakat mengenang perjuangan para pahlawan yang telah berkorban demi kemerdekaan dan kehormatan bangsa.

Rahmah menjadi salah satu tokoh yang dinilai layak menerima gelar tersebut karena dedikasinya yang besar dalam membuka akses pendidikan untuk kaum perempuan.

Pelopor Pendidikan Perempuan di Indonesia

Rahmah El Yunusiyyah dikenal luas sebagai pendiri Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, pesantren putri pertama di Asia Tenggara yang didirikan pada 1 November 1923.

Lembaga ini menjadi tonggak sejarah penting dalam kebangkitan pendidikan Islam untuk perempuan.

Pada masanya, kesempatan belajar bagi perempuan sangat terbatas.

Rahmah menentang keras pandangan sempit yang melarang perempuan mengenyam pendidikan.

Ia percaya bahwa perempuan harus cerdas karena merekalah pendidik pertama bagi anak-anak dan keluarga.

Filosofi pendidikannya visioner dan progresif:

“Mendidik anak laki-laki berarti mendidik satu individu. Namun mendidik anak perempuan berarti mendidik satu keluarga.”

Kurikulum Diniyyah Puteri dirancang seimbang antara ilmu agama, keterampilan hidup, dan tanggung jawab sosial. Rahmah ingin mencetak perempuan muslimah yang berilmu, mandiri, dan mampu berkontribusi untuk masyarakat.

Berjuang dalam Barisan Sabilillah dan Hizbullah

Perjuangan Rahmah tidak hanya di bidang pendidikan.

Saat revolusi kemerdekaan 1945, ia ikut terjun di medan perjuangan sebagai Bundo Kanduang dalam barisan Sabilillah dan Hizbullah.

Perguruan Diniyyah Puteri menjadi basis perjuangan yang menyediakan logistik, tempat perlindungan, dan pendidikan bagi para pejuang.

Rahmah juga menolak bantuan dana dari pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai bentuk sikap anti-kolonial dan kemandirian.

Prinsip “berdikari” yang ia pegang sejalan dengan semangat pendidikan nasional seperti Taman Siswa.

Diakui Dunia Internasional

Kontribusi Rahmah tidak hanya diakui di dalam negeri, tetapi juga di dunia internasional.

Pada 1955, Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Dr. Syekh Abdurrahman Taj, mengunjungi Diniyyah Puteri dan terkesan dengan sistem pendidikannya.

Rahmah kemudian diundang ke Mesir dan menjadi ulama perempuan pertama yang menerima gelar kehormatan Syaikhah dari Universitas Al-Azhar.

Gagasannya turut menginspirasi berdirinya Kulliyatul Banat, fakultas khusus perempuan di universitas tersebut.

Warisan Besar untuk Pendidikan Indonesia

Rahmah El Yunusiyyah wafat pada 26 Februari 1969, namun warisannya tetap hidup hingga kini.

Perguruan Diniyyah Puteri berkembang menjadi lembaga pendidikan lengkap dari PAUD hingga Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT).

Rumahnya kini diabadikan sebagai Museum Rahmah El Yunusiyyah, tempat mengenang perjuangan sang pelopor pendidikan perempuan.

Penetapannya sebagai Pahlawan Nasional menjadi simbol penghargaan atas visi, perjuangan, dan dedikasinya membangun fondasi pendidikan Islam yang inklusif, mandiri, dan memberdayakan perempuan Indonesia. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Rahmah El Yunusiyyah #pahlawan nasional #Diniyyah Puteri Padangpanjang