Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil Wahyudi Anas, Kepala BPH Migas 2025–2029 yang Baru Dilantik Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

AA Arsyadani • Selasa, 11 November 2025 | 00:37 WIB

 

 

 

Wahyudi Anas resmi pimpin BPH Migas 2025–2029.
Wahyudi Anas resmi pimpin BPH Migas 2025–2029.

Jawa Pos Radar Madiun - Wahyudi Anas resmi ditetapkan sebagai Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk periode 2025–2029.

Pelantikan dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang juga mengukuhkan para anggota komite lainnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (10/11).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menegaskan pentingnya soliditas internal BPH Migas, terutama karena lembaga tersebut memegang peran strategis dalam pengendalian subsidi bahan bakar minyak.

“Tujuan kami adalah bagaimana kami bisa membangun tim yang baik, terutama dalam pengelolaan, karena yang mengendalikan subsidi BBM adalah di BPH Migas,” tutur Bahlil.

Ia juga memberi pesan khusus kepada Wahyudi agar membangun kerja sama tim yang kuat dan efektif.

“Harapan kami ke depan bisa membangun kerja sama tim yang baik, ya,” kata Bahlil.

Selain mengawal subsidi BBM, BPH Migas memiliki peran penting dalam memperluas pemanfaatan gas bumi melalui jaringan pipa bagi masyarakat serta sektor industri.

Penunjukan Wahyudi sebagai Kepala BPH Migas mengikuti hasil Fit and Proper Test Komisi XII DPR RI, yang memilihnya untuk menggantikan Erika Retnowati.

Erika sendiri kembali bergabung sebagai anggota Komite BPH Migas untuk periode yang sama.

Baca Juga: Cara Edit Foto Estetik Realistis dengan Dreamina AI, Mudah dalam 5 Langkah Praktis dan Cepat

Dalam pemaparan strateginya, Wahyudi menjelaskan sejumlah inovasi yang akan diterapkan.

Ia menekankan penugasan pembangunan jaringan gas (jargas) kepada badan usaha penerima alokasi gas bumi menggunakan pendanaan mandiri, serta percepatan penyusunan peta jalan lelang Wilayah Jaringan Distribusi (WJD) yang terintegrasi dengan kebutuhan industri dan diversifikasi energi.

Wahyudi juga menegaskan pentingnya digitalisasi pengawasan, termasuk pemantauan stok dan distribusi BBM serta gas bumi melalui teknologi informasi.

Ia menambahkan rencana penetapan toll fee jaringan gas bumi secara terintegrasi antardaerah untuk menciptakan harga gas yang lebih kompetitif di tingkat konsumen.

Strategi lain yang diusulkan adalah pengalokasian gas bumi kepada badan usaha niaga yang ditugaskan pemerintah dalam pengembangan jaringan transmisi dan distribusi.

“Ini strategi dan inovasi periode kami ke depan,” kata Wahyudi.

Ia menargetkan peningkatan ketahanan energi nasional melalui penjaminan pasokan BBM dan gas bumi, perluasan akses energi, serta kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. (fin)

 

Editor : AA Arsyadani
#bahlil lahadalia #kementerian esdm #Wahyudi Anas #bph migas