Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kabar Gembira! Wapres Gibran Isyaratkan Tambahan Insentif untuk Kader Posyandu

AA Arsyadani • Rabu, 12 November 2025 | 21:05 WIB

 

 

 

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming saat berpidato dalam agenda Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming saat berpidato dalam agenda Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Rabu (12/11/2025).

Jawa Pos Radar Madiun – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memberikan sinyal kabar baik mengenai tambahan insentif bagi kader posyandu dan kepala daerah yang berperan aktif dalam program penurunan stunting nasional.

Pernyataan itu disampaikan Wapres saat berdialog langsung dengan salah satu kader posyandu asal Blora, Jawa Tengah, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting 2025 di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (12/11).

Dalam dialog tersebut, Gibran menanyakan sejauh mana dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program penurunan stunting di lapangan.

“Kendala yang mungkin juga dirasakan oleh teman-teman, dukungan dari kepala daerah sudah maksimal?” tanya Wapres.

Menanggapi hal itu, seorang kader posyandu asal Blora menyampaikan bahwa dukungan kepala daerah selama ini sudah berjalan baik.

“Sudah maksimal, Bapak. Kepala daerah kami memberikan dana untuk pemberian makanan tambahan dan pelatihan-pelatihan bagi kader agar bisa mengedukasi masyarakat,” ujarnya.

Mendengar hal tersebut, Wapres Gibran mengapresiasi peran penting kader posyandu sebagai garda terdepan dalam menjaga gizi anak-anak dan membantu pemerintah menurunkan angka stunting.

“Apapun itu, kader posyandu adalah ujung tombak di lapangan. Kalau nggak ada ibu-ibu ini, mungkin angka-angkanya tidak sebaik ini,” ucapnya sambil menyampaikan terima kasih atas dedikasi para kader.

Dalam kesempatan itu, Wapres juga menyinggung rencana tambahan insentif bagi kader posyandu dan kepala daerah.

“Saya kira ini perlu ada sedikit tambahan insentif. Tadi, sebenarnya ada sedikit berita baik dari Pak Menteri Keuangan, tapi sebentar, mau kita konfirmasi dulu ya,” kata Gibran yang disambut tepuk tangan peserta Rakornas.

Ia pun meminta para kader untuk bersabar menunggu kepastian kebijakan tersebut.

“Sabar dulu ya, Ibu. Kita konfirmasi dulu. Termasuk untuk kepala daerah,” tambahnya.

Dialog hangat antara Gibran dan kader posyandu menjadi salah satu momen penting dalam Rakornas tersebut, yang menegaskan semangat kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka prevalensi stunting nasional menuju target 14,2 persen pada 2029.

Menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Indonesia saat ini berada di angka 19,8 persen. Pemerintah menargetkan penurunan bertahap hingga mencapai 5 persen pada tahun 2045, sejalan dengan visi Indonesia Emas. (fin)

Editor : AA Arsyadani
#Insentif Kader Posyandu #Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) #prevalensi stunting #program penurunan stunting #Stunting #kader Posyandu #menteri keuangan #Wapres Gibran