Jawa Pos Radar Madiun – PT Kereta Api Indonesia (KAI) optimistis mampu memperpanjang rute Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Whoosh hingga Banyuwangi, Jawa Timur, meski proyek masih menghadapi proses restrukturisasi utang.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan keyakinannya saat berada di Beijing, Rabu (12/11).
“Tidak ada masalah dengan pengoperasian kereta cepat ini karena tingkat okupansinya terus naik. Presiden juga mengindikasi ekspansi ke Surabaya bahkan Banyuwangi, dan kami akan jalankan,” kata Bobby.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pembangunan infrastruktur transportasi modern seperti Whoosh tidak boleh berhenti karena manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan lebih besar dibanding beban finansial.
Bobby menambahkan, Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang memiliki teknologi kereta cepat, bahkan beberapa negara di Eropa Timur dan Amerika Serikat belum memilikinya. Operasional Whoosh menunjukkan kinerja positif dengan 20-30 ribu penumpang per hari.
Sementara itu, Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan proses negosiasi restrukturisasi utang masih berlangsung dengan pihak China dan konsorsium KCIC. Restrukturisasi mencakup jangka waktu pinjaman, tingkat suku bunga, dan mata uang pinjaman.
Secara kumulatif, sejak operasional komersial Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 12,2 juta penumpang, dan jumlah penumpang periode Januari–Oktober 2025 meningkat 6,3 persen dibanding tahun sebelumnya.
Total investasi proyek KCIC mencapai sekitar USD 7,27 miliar (Rp120,38 triliun), dengan 75 persen dibiayai melalui pinjaman China Development Bank (CDB) berbunga 2 persen per tahun.
Pemerintah masih mengkaji opsi penyelesaian, baik melalui pelimpahan kewajiban atau penyertaan dana tambahan ke PT KAI, namun tetap mendorong Danantara mengambil peran utama.
Dengan okupansi yang meningkat dan strategi operasional yang matang, PT KAI optimistis Whoosh dapat terus ekspansi hingga Banyuwangi, menghadirkan moda transportasi cepat yang efisien dan modern di Pulau Jawa. (fin)
Editor : AA Arsyadani