Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindak tegas pejabat yang terbukti menyewakan lahan negara saat inspeksi mendadak di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Tanaman Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat.
“Kita punya teknologi, alat, sumber daya manusia, lahannya ada, tapi malah disewakan kepada orang. Ini tidak benar. Hari ini juga kami copot direkturnya dan eselon tiganya. SK-nya langsung saya serahkan di lapangan," tegas Amran di lokasi sidak.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Mentan Amran menegaskan bahwa lahan percobaan milik negara harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk pengembangan dan produksi benih unggul, bukan untuk kepentingan pribadi.
“Di lahan kita 300 hektare, tapi disewakan pada orang. Ini tidak benar,” tambahnya.
Ia menekankan seluruh BRMP di Indonesia harus menanam bibit terbaik, menggunakan teknologi unggul, dan hasilnya dibagikan gratis kepada masyarakat.
Amran juga menegaskan bahwa sejak memimpin Kementerian Pertanian, ia membangun budaya kerja berbasis hasil nyata.
“Kalau saya temukan lagi kasus seperti ini, akan saya copot lagi. SK dicopot atau diganti langsung di lapangan,” ujarnya.
Mentan juga mengapresiasi jajaran Kementan atas capaian luar biasa dalam satu tahun terakhir, termasuk swasembada pangan lebih cepat dari target, peningkatan kesejahteraan petani, dan stok beras Bulog tertinggi sepanjang sejarah.
“Bahkan FAO memberikan pengakuan kepada Indonesia. Ada yang salah, kita perbaiki, tapi jangan biarkan pelanggaran sekecil apa pun menggerogoti amanah rakyat,” ujar Amran.
Ia menegaskan bahwa kesuksesan sektor pertanian merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen bangsa. (fin)
Editor : AA Arsyadani