Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melesat, Gubernur Khofifah Beberkan Faktor Pendukungnya

Elin Restiyani • Kamis, 13 November 2025 | 16:07 WIB
Photo
Photo

Jawa Pos Radar Madiun - Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah dan tekanan ekonomi global, Jawa Timur justru menunjukkan kinerja ekonomi yang paling tangguh.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 November 2025, perekonomian Jatim pada kwartal III tercatat tumbuh 1,70 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q), menjadi pertumbuhan tertinggi se-Pulau Jawa.

“Alhamdulillah, ekonomi Jatim tumbuh 1,70 persen. Ini capaian tertinggi di Pulau Jawa dan menunjukkan daya tahan ekonomi Jatim yang luar biasa,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Selasa (11/11).

Ia menambahkan, ketangguhan ini terwujud berkat kolaborasi erat antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.

“Di tengah fluktuasi ekonomi dunia, kita mampu menjaga pertumbuhan yang stabil dan inklusif,” tegasnya.

Tumbuh Mengungguli Nasional

Secara year-on-year (y-o-y), ekonomi Jatim juga tumbuh kuat di angka 5,22 persen, mengungguli pertumbuhan nasional yang berada di level 5,04 persen.

Dengan capaian tersebut, Jawa Timur berkontribusi 25,65 persen terhadap ekonomi Pulau Jawa dan 14,54 persen secara nasional.

1. BPS mencatat beberapa sektor andalan yang menopang pertumbuhan Jatim:

2. Industri Pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 1,87 persen.

3. Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi mencapai 9,18 persen.

4. Dari sisi produksi, Jasa Perusahaan tumbuh paling tinggi sebesar 9,89 persen.

5. Dari sisi pengeluaran, Komponen PMTB (investasi barang modal) tumbuh 5,25 persen.

Khofifah menyebut sektor pertanian juga berkontribusi signifikan.

“Ini masa puncak panen tebu dan panen tembakau, sehingga memberi dorongan kuat secara q-to-q,” ucapnya.

Selain itu, peningkatan kebutuhan listrik dan gas untuk industri, progres proyek infrastruktur, serta realisasi investasi turut memperkuat kinerja ekonomi daerah.

Ekspor Meningkat Tajam

Ekspor Jawa Timur juga mencatat performa impresif. Sepanjang Januari–September 2025, nilai ekspor meningkat 20,23 persen, mencapai 3,86 miliar dolar AS. Neraca perdagangan Jatim surplus 1,33 miliar dolar AS.

Komoditas perhiasan/permata menjadi pendorong ekspor tertinggi, dengan negara tujuan utama Swiss, Tiongkok, dan Amerika Serikat.

Perdagangan antarprovinsi juga meningkat berkat misi dagang Jatim ke berbagai daerah.

“Di Nusa Tenggara Timur, transaksi mencapai Rp1,882 triliun, tertinggi sepanjang pelaksanaan misi dagang,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, hasil ini sejalan dengan semangat Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh.

“Tangguh berarti mampu menghadapi tekanan global tanpa kehilangan arah. Terus bertumbuh berarti konsisten memperkuat produktivitas, investasi, dan kesejahteraan rakyat,” ujarnya.

Ia menegaskan capaian tersebut bukan hasil kebetulan, tetapi buah kerja keras seluruh elemen masyarakat. “Dengan gotong royong dan inovasi, kita mampu menjaga ketahanan sekaligus menciptakan pertumbuhan yang berkualitas,” tutupnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#jatim #Khofifah Indar Parawansa #pertumbuhan ekonomi #jawa timur #efisiensi anggaran #gubernur jatim