Jawa Pos Radar Madiun – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak sumringah saat mencoba langsung bahan bakar alternatif Bobibos pada traktor di kawasan Lembur Pakuan, Jawa Barat.
Uji coba yang dilakukan di area persawahan itu menunjukkan hasil yang membuat dirinya terkesan.
Ia mengklaim bahwa tarikan mesin menjadi lebih ringan dan asap buangan terlihat lebih bersih.
“Ini kita lagi uji coba nih di Lembur Pakuan pakai mesin traktor. Yaitu uji coba bahan bakar yang berasal dari jerami,” ujar Dedi dalam video unggahannya.
Bobibos (singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia Bos) merupakan inovasi energi terbarukan hasil pengembangan PT Inti Sinergi Formula.
Bahan bakar ini dibuat dari limbah pertanian, khususnya jerami, yang selama ini kerap dibakar setelah masa panen.
Tarikan Mesin Enteng, Asap Bersih
Dalam uji coba lapangan, traktor berbahan bakar Bobibos dapat beroperasi dengan performa optimal.
Suara mesin lebih halus, asap knalpot tidak sepekat biasanya, dan tarikan terasa lebih ringan.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi atau KDM itu menilai, performa itu menunjukkan bahwa limbah pertanian bisa diolah menjadi sumber energi berkualitas tinggi.
“Jerami selama ini dianggap limbah, padahal bisa jadi bahan bakar bernilai ekonomi,” kata gubernur Jabar itu.
Ia menambahkan, tahap awal pengembangan Bobibos tidak akan melibatkan lembaga pemerintah. Semua biaya dan riset awal disebutnya akan ditanggung secara pribadi.
“Nggak usah dulu pakai lembaga pemerintah, pakai lembaga KDM aja,” selorohnya sambil tertawa.
Energi Bersih dengan RON 98
Dihimpun dari akun resmi Bobibos, bahan bakar ini diproduksi melalui proses bioenergi dan suntikan serum khusus yang mampu mengonversi jerami menjadi energi setara RON 98.
Produk ini diklaim menghasilkan emisi gas buang mendekati nol, sehingga jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil.
Bobibos pertama kali diperkenalkan pada 2 November di Jonggol, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari pengembangan Bahan Bakar Nabati (BBN) karya anak bangsa.
Keberhasilan uji coba di sawah menjadi kabar baik bagi petani, pelaku industri energi, maupun pemerintah daerah.
Selain mampu mengurangi ketergantungan pada BBM fosil, Bobibos membuka peluang ekonomi baru dari sektor limbah pertanian. (dce/naz)
Editor : Mizan Ahsani