Jawa Pos Radar Madiun - Kementerian Sosial kembali mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) dan Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
Memasuki tahap kedua, distribusi bantuan mulai berjalan pekan ini dan menyasar 11,6 juta keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang datanya telah lolos proses verifikasi dan pemutakhiran oleh pemerintah daerah.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/11), Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa para penerima baru tersebut belum memiliki rekening khusus bansos reguler.
Untuk memastikan distribusi tepat waktu dan tepat sasaran, PT Pos Indonesia kembali ditunjuk sebagai mitra penyalur.
“Proses penyaluran bansos dan BLTS ini mengikuti hasil verifikasi daerah dan pemutakhiran data BPS agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang berhak,” ujar Saifullah.
35 Juta Lebih Warga Jadi Target Bansos Sepanjang 2025
Pada tahun 2025, Kemensos mengelola penyaluran bansos reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non-Tunai (sembako), hingga BLTS triwulan IV. Total penerima bansos mencapai 35.046.783 KPM, terdiri dari:
16,3 juta KPM lama
18,7 juta KPM baru berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
Masing-masing KPM akan menerima bantuan senilai Rp 900 ribu hingga Rp 1,2 juta, menyesuaikan skema bansos yang mereka terima.
Tahap Pertama Tuntas, Tahap Kedua Mulai Mengalir
Saifullah memaparkan bahwa penyaluran bansos tahap pertama telah selesai pada Oktober, mencakup 15,7 juta KPM. Tahap kedua kini fokus menjangkau 11,6 juta penerima baru yang sudah dipastikan valid melalui DTSEN terbaru.
Namun pekerjaan pemerintah belum selesai. Masih ada lebih dari delapan juta KPM yang masuk daftar tahap ketiga, tetapi datanya belum dapat disalurkan karena masih menunggu pemutakhiran daerah.
“Jadi masih ada delapan juta lebih KPM lagi yang akan disalurkan tahap ketiga. Kenapa belum disalurkan, karena datanya masih dalam tahap pemuktahiran,” jelas Saifullah.
Target Selesai Sebelum Akhir Tahun
Kemensos menargetkan seluruh proses penyaluran bansos mulai dari tahap pertama hingga tahap ketiga dapat tuntas sebelum pergantian tahun.
Percepatan ini mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto, yang meminta penguatan perlindungan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global.
Dengan bergulirnya tahap kedua pekan ini, pemerintah berharap bantuan tersebut mampu membantu stabilitas ekonomi rumah tangga dan memberikan bantalan sosial menjelang akhir tahun.
(*/naz)
Penulis: Diva Vania Candrawati/Politeknik Negeri Madiun