Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

352 Ribu Lowongan Kerja Luar Negeri Dibuka, Menteri P2MI: RI Baru Penuhi 20 Persen!

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 19 November 2025 | 20:59 WIB
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyebut ada 352 ribu lowongan kerja luar negeri yang tersedia.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyebut ada 352 ribu lowongan kerja luar negeri yang tersedia.

Jawa Pos Radar Madiun – Pemerintah mengungkap tingginya kebutuhan tenaga kerja Indonesia (TKI/TKP) di luar negeri.

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menyebut ada 352 ribu lowongan kerja luar negeri yang tersedia, namun Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 19–20 persen dari total kebutuhan tersebut.

Mukhtarudin menegaskan gap tenaga kerja terjadi karena penyiapan SDM dalam negeri belum optimal, terutama untuk sektor yang membutuhkan keterampilan menengah hingga tinggi.

“Sekarang aja ada 352.000 lowongan luar negeri. Kita baru isi 20 persen. Masih ada 80 persen yang belum ada suplai-nya,” ujarnya di Kemenko PM, Jakarta.

Pemerintah menargetkan peningkatan signifikan pada 2026 melalui penyelarasan pendidikan vokasi dengan permintaan global.

Untuk mengejar kebutuhan pasar internasional, pemerintah mempercepat program SMK Go Global yang berfokus pada peningkatan keterampilan, sertifikasi, dan penguasaan bahasa asing.

Mukhtarudin berharap Indonesia bisa memenuhi hingga 80 persen kebutuhan tenaga kerja global dalam beberapa tahun ke depan.

“Katakanlah kalau dia ada 300 ribu (lowongan), ya kita mungkin bisa mengisi paling nggak 80 persen. Ini kan baru 20 persen,” jelasnya.

Sektor yang menjadi prioritas adalah middle dan high skill, yang paling diminati negara tujuan.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa siswa SMK yang masuk program SMK Go Global akan dibekali bahasa asing sesuai negara penempatan.

“Sejak dini, kita minta mengadopsi standar minimum kapasitas kompetensi bahasa yang disyaratkan,” kata Muhaimin.

Ia mencontohkan, siswa yang dipersiapkan ke Jepang harus mencapai standar bahasa Jepang N4.

Pemerintah juga memfasilitasi pelatihan melalui P2MI, mencakup: pelatihan bahasa, penguatan keterampilan kerja, pemenuhan standar kompetensi negara tujuan.

Langkah ini diharapkan mempercepat peningkatan kualitas calon pekerja migran sekaligus membantu pengentasan kemiskinan melalui peluang kerja global.

Editor : Ockta Prana Lagawira
#tenaga kerja luar negeri #lowongan kerja arab saudi #lowongan kerja jepang #pekerja migran indonesia #mukhtarudin #lowongan kerja luar negeri #SMK Go Global #lowongan kerja korea #tki #lowongan kerja taiwan